2. Kekurangan Oksigen dalam Darah
Hipoksia adalah kondisi yang ditandai oleh kekurangan oksigen di sel dan jaringan tubuh. Oksigen berperan penting bagi seluruh sel dan jaringan agar tetap bekerja untuk tubuh, kekurangan oksigen akan memicu peradangan, kerusakan jaringan paru-paru, dan mengacaukan fungsi kerja organ penting lainnya.
Apabila tidak ditangani, hipoksia dapat menyebabkan banyak komplikasi serius yang terkadang mengancam jiwa. Kondisi ini juga memicu kerusakan otot-otot jantung hingga menyebabkan serangan jantung.
3. Penyalahgunaan Narkoba
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain, amfetamin, metamfetamin, dan lainnya memicu penyempitan arteri koroner, menyumbat pasokan darah ke jantung, hingga memicu terjadinya serangan jantung. Penggunaan kokain dikaitkan sebagai penyebab serangan jantung usia muda paling umum.
Penyebab Serangan Jantung Usia Muda
Berdasarkan penelitian, orang tua berusia 65 tahun dan lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit terkait kondisi jantung seperti jantung koroner, stroke, dan serangan jantung daripada orang berusia muda.
Faktanya, serangan jantung mungkin terjadi pada orang di usia muda yang bahkan tidak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Berdasarkan laporan dari Centers for Disease Control and Prevention, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pria berusia muda di antara 45-54 tahun.
Sebagai contoh kasus, Jim Fixx seorang atlet dan guru fitness meninggal karena serangan jantung pada usia 43 saat jogging dan Micah True meninggal pada usia 58 tahun saat sedang olahraga santai. Keduanya tidak memiliki faktor risiko serangan jantung, namun memiliki kelainan jantung yang tidak terdeteksi sejak dini yang mengembangkan penyebab serangan jantung saat olahraga.
Berikut ini adalah penyebab serangan jantung usia muda yang paling umum, yaitu:
1. Kardiomiopati Hipertrofik
Kardiomiopati hipertrofik adalah kelainan genetik jantung yang ditandai dengan beberapa kondisi jantung seperti gagal jantung atau serangan jantung mendadak. Penyakit ini menyebabkan pembesaran otot jantung yang memicu penebalan dinding ventrikel yang secara langsung menghambat suplai darah ke jantung.
Kondisi ini relatif umum terjadi dimana 1 dari 500 orang mengalaminya. Kardiomiopati hipertrofik juga menjadi penyebab serangan jantung saat olahraga pada atlet.
2. Penyakit Kawasaki
Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang terjadi pada masa kecil. Penyakit kawasaki menyebabkan peradangan akut pada pembuluh darah.
Kondisi ini juga dapat mempengaruhi arteri koroner dan menyumbat pasokan darah yang kaya akan oksigen ke jantung. Ini dapat menyebabkan komplikasi jantung seperti detak jantung yang cepat atau takikardia, peradangan jantung, dan gagal jantung.
Baca Juga: 8 Langkah Pertolongan Pertama Serangan Jantung
3. Cardiac Scarring
Cardiac Scarring atau jaringan parut pada jantung dapat terjadi akibat efek jangka panjang dari olahraga ketahanan fisik yang berlebihan. Jaringan parut adalah tahapan dari penyembuhan luka.
Dalam latihan fisik yang terlalu keras yang berkelanjutan, terdapat tekanan berlebihan yang berpengaruh pada cara kerja jantung dan memicu penyebab serangan jantung saat olahraga.
Berdasarkan beberapa studi, 1 dari 500 atlet sekolah sudah memiliki kondisi jantung yang disepelekan namun berisiko mengembangkan penyakit jantung di kemudian hari. Kondisi ini mungkin akan meningkatkan risiko serangan jantung di usia 20-an atau 30-an.
Faktor Risiko Serangan Jantung
Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko serangan jantung, yaitu:
Hipertensi: Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung
Obesitas: Lemak berlebih mungkin memberi tekanan pada jantung
Efek Diet: Apabila Anda hanya mengonsumsi lemak jenuh dalam porsi besar dan jangka waktu yang lama
Operasi Jantung: Komplikasi operasi jantung dapat memicu risiko serangan jantung
Merokok: Perokok memiliki risiko yang jauh lebih tinggi daripada yang tidak merokok
HIV: Penderita HIV positif berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung
Stres Kerja: Aktivitas penuh tekanan dan stres jangka panjang meningkatkan risiko serangan jantung
Serangan jantung mungkin juga terjadi akibat kombinasi faktor risiko tersebut. Apabila Anda memiliki faktor risiko tersebut, harap segera hubungi dokter untuk perawatan lebih awal dan mencegah serangan jantung.
Itulah pembahasan tentang penyebab serangan jantung usia muda. Anda dapat mencegah serangan jantung dengan menjaga gaya hidup sehat, terapkan pola makan yang sehat untuk jantung, mengelola stres dan mengontrol kondisi yang dapat menyebabkan serangan jantung.



