32 C
Makassar
Thursday, April 16, 2026
HomeEkbisPerusahaan Monopoli Alur Dagang, Pedagang Ayam "Menjerit"

Perusahaan Monopoli Alur Dagang, Pedagang Ayam “Menjerit”

PenulisM. Syawal
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Langkanya ayam potong yang terdistribusi ke pedagang oleh perusahaan membuat penurunan omzet penyalur ayam secara drastis hingga 60 persen.

Ketua Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP), Jumail, mengatakan bahwa dirinya bersama dengan teman sejawatnya sesama penyalur mengatakan sejak beberapa bulan terakhir mengalami penurunan omzet.

“Sejak perusahaan mulai bergerak ingin menguasai alur perdagangan, bukan saya saja yang rugi tapu juga semua merasakan penurunan omzet yang mencapai 40 sampai 60 persen,” katanya, saat ditemui di Kantor DPRD Sulsel, Kamis (9/8/2018).

BACA: Ratusan Penyalur Ayam Pedaging Desak DPRD Usut Perusahaan “Main” Monopoli

Dia merinci bahwa pada hari-hari biasa jika pesanan dari penyalur mencapai 600 ekor maka yang datang juga seperti itu. Tapi, distribusi dari perusahaan hanya setengah dari pesanan para pedagang.

“Dulu itu kalau kita pesan 600 ekor pasti yang datang juga 600 ekor. Sekarang kita pesan 600 atau 500 yang datang cuman 400 atau 300,” jelasnya.

Hal itu kata dia terjadi lantaran perusahaan yang seharusnya menyuplai pedagang ayam justru malah ingin memonopoli perdagangan. Sehingga, tempat mereka mencari sesuap nasi terancam.

Olehnya itu, bersama dengan yang lain, Jumail meminta kepada anggota dewan Sulsel untuk mempertimbangkan atau malah membuat sesuatu yang berarti bagi kehidupan mereka itu.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img