24.1 C
Makassar
Senin, Agustus 8, 2022
BerandaNasionalPolri Bongkar Identitas Kelompok Massa Berbaju Hitam di Aksi May Day

Polri Bongkar Identitas Kelompok Massa Berbaju Hitam di Aksi May Day

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Massa berbaju hitam yang buat ricuh diaksi May Day disebut dari kelompok yang berjaringan internasional.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia mengatakan massa berbaju hitam-hitam yang membuat ricuh aksi May Day di Kota Bandung adalah kelompok anarcho-syndicalism.

Baca: Peserta Demonstrasi May Day Memakai Baju Hitam- hitam, Moeldoko : Kita akan Dalami

Kelompok ini sebagai fenomena baru di kalangan pekerja di Indonesia yang belum lama berkembang.

“Ada satu kelompok namanya anarcho-syndicalism, dengan simbol huruf A. Ini bukan kelompok fenomena lokal, tapi fenomena internasional,” kata Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019) dilansir dari Detikcom.

Tito menguraikan, anarcho-syndicalism adalah doktrin agar pekerja jangan mau diatur. Kelompok ini, lanjut Tito, berkembang di dunia sejak dulu dan baru berkembang di Indonesia beberapa tahun belakangan.

Baca: May Day 2019, Komunitas LGBTQ di Makassar Desak Hapuskan Diskriminasi di Lingkungan Kejra

“Jadi maunya pekerja lepas dari aturan dan mereka menentukan aturan sendiri, makanya disebut dengan anarcho-syndicalism. Ini sudah lama berkembang di Rusia, kemudian di Eropa, Amerika Selatan, termasuk di Asia,” jelas Tito.

“Di Indonesia baru berkembang beberapa tahun ini. Kita lihat mereka tahun lalu ada di Jogja, ada di Bandung, sekarang ada di Surabaya, ada di Jakarta. Mereka sayangnya melakukan kekerasan aksi vandalisme dengan coret-coret simbol ‘A’, ada yang merusak pagar, jalan,” sambung Tito.

Tito menegaskan pihaknya telah menindak tegas kelompok ini dan telah memerintahkan jajarannya memetakan kelompok anarcho-syndicalism di Tanah Air.

“Polri menghadapi situasi itu kita pasti tindak tegas. Saya sudah perintahkan untuk melakukan pemetaan kelompoknya dan melakukan pembinaan kepada mereka,” ucap Tito.

BACA JUGA :  M. Rajab: May Day, Momentum Peringatkan Pemerintah Soal Kesejahteraan Buruh

Sebelumnya, sejumlah pemuda diamankan polisi lantaran dianggap mengganggu jalannya May Day. Kelompok berbaju hitam-hitam itu melakukan aksi vandalisme, salah satunya di SLB C, Jalan Singaperbangsa.

Kehadiran mereka sempat dibubarkan polisi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Para pemuda yang diamankan langsung digiring ke Mapolrestabes Bandung. Rambut mereka digunduli.

(*)

spot_img

Headline