JAKARTA, SULSELEKSPRES.COM –Saat Indonesia Economic Forum 2018, Calon Presiden (Capres) nomor urut dua, Prabowo Subianto menyoroti penomena mengenai karier pemuda setelah lulus Sekolah Menengah. Ia menyimpulkan, kebanyakan alumni Sekolah Menengah menjadi sopir ojek.
Sembari menunjukkan ‘meme’ 4 penutup kepala, Prabowo berusaha mendeskripsikan makna dari topi SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.
BACA: Tuduh Rival Pemasang Poster ‘Raja Jokowi’, Tim Prabowo Desak PDIP Minta Maaf
“Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan,” demikian sebut Prabowo di Shangri-La Hotel, Jakarta, seperti dikutip Detik.com, Rabu (21/11/2018).
Atas itu, Prabowo mengaku miris terhadap tren pemuda Indonesia yang memilih menjadi tukang ojek begitu lulus Sekolah Menengah. Namun, bagi Ketua DPP Partai Hanura, Inas Nasrullah, kemirisan yang ditunjukkan Prabowo itu sebal2iknya dapat terjadi.
BACA: Sindir Poster ‘Raja Jokowi’, Rocky Gerung: Raja Ngibul Naik Angkot
“Para pengemudi ojek pun bisa saja merasa miris terhadap Prabowo juga,” katanya dilansir dari Detik.com, Jumat (23/11/2018).
Sebab menurut Inas, rasa miris dari sopir ojek kepada Prabowo, diungkapkan atas kegagalannya maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) berkali-kali. Bahkan, Inas menuding, bahwa Prabowo sudah tidak memiliki logistik.
BACA: Prabowo Bicara Potensi Kecolongan di Pilpres 2019
“Karena melihat mantan mantu Presiden RI ke-2 tersebut selalu tersungkur di pilpres, sehingga kantongnya jebol demi membiayai ambisinya,” ujarnya.
Prabowo kata Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin tersebut, kerap mengukur segala sesuatu berdasarkan materi. Padahal, pendapat Inas, tukang ojek malah berjasa besar dalam membantu pemerintah mengentas kemiskinan.
“Prabowo menilai sesuatu berdasarkan ukuran materi, misalnya pekerjaan seseorang diukur dengan berapa besar uang yang bisa dihasilkan. Dia tidak lagi memandang suatu pekerjaan itu baik atau buruk tapi berapa besar uang yang dihasilkan dari pekerjaan itu,” jelas Inas.
Menurut Inas, ucapan Prabowo itu disebabkan eks Danjen Kopassus itu selalu mendapatkan sesuatu dengan mudah. Seperti saat dimana pangkat Prabowo di militer dan ketika Prabowo menikahi Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) anak Presiden RI ke-2, Soeharto.
“Kalau Prabowo merasa miris dengan profesi pengemudi ojek, itu karena dia sudah terbiasa sukses meraup apapun yang dia inginkan di zaman mertua-nya berkuasa di Indonesia, ketika Prabowo ingin keju maka yang didapat keju, ketika Prabowo ingin jadi jenderal maka pangkat letnan jenderal pun dia dapat,” sebut Inas.
“Bahkan ketika pengen anak presiden pun maka Titiek Soeharto yang dia dapat,” imbuh dia.



