31 C
Makassar
Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaEkbisSelain Raja Ampat, Minawisata Juga Dapat Dinikmati di Fakfak

Selain Raja Ampat, Minawisata Juga Dapat Dinikmati di Fakfak

- Advertisement -

SORONG, SULSELEKSPRES.COM – Papua Barat, terkenal dengan wisata bahari hingga ke Internasional, yakni Raja Ampat. Namun, Papua menyimpan banyak potensi wisata lainnya yang tidak kalah menggoda.

Minawisata adalah salah satu terobosan yang mulai digarap oleh Pemkab Fakfak dengan adanya kawasan Pesisir dan pulau di Kabupaten Fakfak. Selain itu juga, potensi perikanan  yang bertumpu pada optimalisasi pengembangan wisata bahari, menjadi sebuah langkah memperkenalkan potensi Fakfak ke mata dunia.

Menurut Penjabat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil, perlu perencanaan yang terintegrasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bidang ekonomi
Yang berorientasi pada pengembangan minawisata.

“Begitu besar potensi perikanan kelautan Fakfak, sehingga perlu dilakukan pendekatan pengelolaan terpadu yang berbasis konservasi dengan menitik beratkan pada pengembangan perikanan dan pariwisata bahari,” Ujar Untung, Rabu (8/5/2019), melalui rilis resminya.

Lebih lanjut, Untung menyebutkan Minawisata juga dapat didefinisikan sebagai pengembangan kegiatan perekonomian masyarakat dan wilayah yang berbasis pada pemanfaatan potensi sumberdaya kelautan, perikanan dan pariwisata secara terintegrasi pada wilayah tertentu.

“Kampung yang memiliki potensi perikanan bisa kita dorong, tetapkan sebagai kampung minawisata.,Misalnya pulau panjang, Ega, Wertutin, yang jarak yang begitu dekat dengan wilayah Kabupaten Fakfak, begitu besar memiliki potensi dan aset bawah lautnya, bisa kita optimalkan dan kembangkan menjadi wisata bahari dan agar masyarakat lokal dapat terlibat langsung, ikut serta sebagai pelaku usaha minawisata,” paparnya.

Sesungguhnya, kata Untung, terdapat empat  aktivitas pada kegiatan minawisata tersebut, yaitu wisata mina, wisata konservasi dan pendidikan lingkungan, wisata bahari, dan wisata kuliner.

Wisata mina berbasis perikanan dan kombinasinya dapat berupa pengembangan wisata budidiya laut seperti melihat proses budidaya rumput laut, budidaya ikan, memberi makan ikan dan memanen ikan. Sedangkan Wisata Konservasi dapat berupa ekowisata Mangrove, jenis spesies, air terjun dan pendidikan konservasi.

BACA JUGA :  Personil Yon C Pelopor Brimob Bone Doakan Rekannya Bertugas BKO Polda Di Papua Barat

Kabupaten Fakfak sebagai daerah konservasi adalah Taman Pesisir Teluk Berau di Kokas Arguni dan Vanden Bosh di karas.
Wisata Bahari sendiri dapat dilakukan adalah diving, wisata fotografi bawah air, berenang, snorkeling, wisata dan olahraga pantai, serta beach festival. Terakhir adalah Wisata Kuliner dapat dilakukan seperti kuliner perikanan dapat berupa menikmati beragam makanan produk perikanan, memasak sendiri ikan hasil tangkapan, mengamati, dan praktek membuat makanan olahan dari ikan, rumput laut dan lain sebagainya.

“Misalnya kerupuk ikan, sirup, manisan rumput laut, otak-otak, abon ikan, dan beragam makanan lainnya dari ikan dan itu ada pada mama Fakfak,” paparnya.

Menurut Untung bahwa  Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam bisnis perikanan.

Sementara menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Oleh karena itu dalam aplikasinya, kegiatan wisata bahari yang memanfaatkan sumber daya ikan dapat dikembangkan ke arah minawisata.

Dengan demikian, lanjut Untung,saatnya kita harus memulai  dalam melaksanakan program secara terpadu terintegrasi. Masyarakat Adat, Pemerintah Kampung, Baperkam, para pemuda harus mendukung dan memulai dengan merencanakan melalui program kampungnya utk mengoptimalkan seluruh potensinya.

“Kami instansi teknis akan mensuport jika kampung telah siap dan saatnya harus memulai dengan semangat Fakfak Bisa,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan kunjungan belajar pelaku usaha wisata bahari di raja Ampat berlangsung dari tanggal 8-13 April 2019, sekaligus dilakukannya penandatangan MoU antara Bupati Fakfak dan Bupati Raja Ampat tentang  jejaring pemanfaatan dan pengelolaan kawasan konservasi dan diluar kawasan konservasi  sebagai bagian Pembangunan Sektor Perikanan dan Pariwisata.

BACA JUGA :  TPNPB: TNI-Polri Tahu Medan dari Mana?

Dengan ruang lingkup mendukung pencapaian  tujuan  dengan memperhatikan arahan dari Dokumen Rencana Pengelolaan dan Zonasi dari masing-masing Jejaring Taman Pesisir Fakfak dan Taman Wisata Perairan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat yaitU Alih pengalaman pengelolaan homestay lokal. Alih pengalaman pengelolaan manta, Alih pengalaman pengelolaan pengawasan konservasi perairan berbasis masyarakat adat, Alih pengalaman pengelolaan pembentukan kawasan perikanan adat.

Menyelenggarakan promosi wisata bahari secara bersama dalam berbagai kesempatan even baik pada tingkat lokal, provinsi, nasional maupun international.
Membentuk ikatan asosiasi homestay Raja Ampat-Fakfak, membentuk sekretriat bersama promosi wisata  Fakfak-Raja Ampat.

Menyelenggarakan pelatihan guide tour, selam, monitoring kesehatan terumbu, pengawasan dan kompetensi pengelolaan kawasan konservasi dan objek potensi minawisata lainnya di Fakfak.

(Rahmi Djafar)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline