29 C
Makassar
Senin, Juli 4, 2022
BerandaNasionalSindir UAS, Guntur Romli: Pengen Negara Khilafah, Tapi Liburannya di Singapura

Sindir UAS, Guntur Romli: Pengen Negara Khilafah, Tapi Liburannya di Singapura

Penulis(*)
- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Tokoh muda NU Mohammad Guntur Romli, menyindir Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk Singapura beberapa waktu lalu.

Dia mengungkit pemikiran UAS yang disebutnya ingin negara syariah atau khilafah tapi justru malah ingin berlibur di Singapura.

Konon, ngakunya pengen Negara Syariah atau Negara Khilafah atau Negara Islam tapi liburannya, pengen merayakan ultahnya ke Singapore,” kata Guntur Romli melalui akun media sosialnya, (23/5/2022).

BACA JUGA :  Refly Harun Goda Ustaz Abdul Somad Soal Ayana Moon, Begini Jawaban UAS

Guntur Romli yang juga politisi PSI ini memang begitu keras menyindir UAS yang ditolak Singapura. Termasuk mengkritik sejumlah pengikut UAS yang juga sempat melakukan demonstrasi.

Dia menganggap UAS seharusnya tidak dibela lantaran kunjungannya ke Singapura hanya untuk berlibur.

Klau orang mau ceramah ditolak, maka agak wajar sih kalau ada protes & demo. Llah ini orang mau jalan-jalan, belanja, merayakan ultah bersama istri muda kok dibela2in pake demo segala. Golongan Kadrun memang nyata & fakta,” katanya dalam twit lain.

BACA JUGA :  Konflik Rumah Tangga Sudah 4 Tahun, UAS dan Mellya Sudah Pisah Ranjang Sejak 2016

Secara terpisah, Situs resmi Kemendagri Singapura sebelumnya sudah memberikan alasan menolak UAS. Ada beberapa alasan yang bermuara atas materi ceramah UAS.

BACA JUGA :  Ustaz Somad Sebut Hari Ibu Tradisi Kafir, Tito: Nggak Pahami Sejarah

UAS oleh Singapura dianggap menyebarkan ajaran yang ekstremis dan segregasi.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Selain itu, ceramah UAS terkait bom bunuh diri juga menjadi alasan Singapura.

“Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi ‘syahid’.” tulisnya.

(*)

spot_img
spot_img

Headline