30 C
Makassar
Senin, September 27, 2021
BerandaDaerahSLIM akan Kenalkan Wisata Gowa di Jambore Sepeda Nasional

SLIM akan Kenalkan Wisata Gowa di Jambore Sepeda Nasional

- Advertisement -

SUNGGUMINASA, SULSELEKSPRES.COM – Pengurus Sepeda Lipat Makassar (SLIM) dalam wakru dekat akan mengadakan jambore sepeda lipat di Kabupaten Gowa.

Ketua SLIM Yuli Priyono mengatakan bahwa Jambire Sepeda Lipat Nasional ke VIII tahun yang rencananya akan digelar pada 15 September 2018 tersebut akam dilakukan di Kabupaten Gowa. Hal itu dilakukan untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Gowa.

“Kita akan membuat jalur sepeda mulai dari Makam Sultan Hasanuddin hingga Balla Lompoa,” katanya, Minggu (5/8/2018).

Dia menambahkan, rute jambore sepeda lipat itu di mulai dari Front Rotterdam Makassar menuju Masjid Tua Katangka, kemudian Makam Sultan Hasanuddin dan Masjid Agung Syekh Yusuf melewati Rujab Bupati Gowa. Untuk rute terakhir yang akan dilalui peserta yakni Balla Lompoa.

“Tujuan kami memilih lokasi ini untuk memperkenalkan pariwisata, seni kebudayaan, dan kuliner yang ada di Gowa,” jelasnya.

Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyambut baik langkah yang dilakukan SLIM dalam memperkenalkan potensi wisata yang ada di Gowa secara luas. Apalagi berdasarkan informasi kegiatan ini akan diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami akan fasilitasi hal ini, khusunya saat penyambutan kami akan siapkan Tunrung Pakanjara dan Tarian Khas kami, serta kuliner lokal akan kami siapkan,” ungkap Adnan.

Penulis: M. Syawal

Adnan Klaim Kebijakan Kemendikbud Yang Tidak Memberikan PR Kepada Siswa Diadopsi Dari SKTB Gowa

SUNGGUMINASA, SULSELEKSPRES.COM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan angkat bicara terkait penerapan penghapusan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI baru-baru ini.

BACA JUGA :  NH Janjikan 100 Ribu Lapangan Kerja

Adnan mengatakan bahwa penerapan kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa sejak 2011 lalu. Bahkan, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

BACA JUGA :  NH Janjikan 100 Ribu Lapangan Kerja

“Penghapusan PR itu bukan hal baru, karena telah kita laksanakan pada program SKTB dan penghapusan PR sendiri terintegrasi dalam SKTB,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/8/2018).

Dia juga mengklaim jika sejumlah kebijakan Kemendikbud sekarang ini, banyak diadopsi dari SKTB. Salah satunya Ujian Nasional (UN) bukan lagi satu-satunya penentu kelulusan siswa juga merupakan salah satu yang diadopsi.

Adnan mengungkapkan, pemberian tugas memang merupakan bagian integral dalam sebuah sistem pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dikembangkan di Gowa adalah project based learning yang mengembangkan kompetensi psikomotorik anak.

Dalam sistem tersebut, mengubah metode pemberian tugas melalui games (bermain), sehingga anak tidak merasa sedang mengerjakan tugas. Artinya setiap satu pelajaran usai, maka tugas para siswa juga dianggap telah selesai.

“Tugas yang diberikan itu diselesaikan di sekolah, tanpa harus membawa pulang ke rumah,” katanya.

Penulis: M. Syawal
Area lampiran
Penuli
Area lampiran

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.260,8
EUR
16.720,4
JPY
128,9
KRW
12,1
MYR
3.409,6
SGD
10.553,4
BACA JUGA :  Gelar Dialog, Kejari Libatkan Elit Parpol dan Jurnalis
- Advertisment -