“Bukan hanya pendidikan yang penting, tapi gizi anak juga harus diperhatikan dengan baik.
“Sejak dari mulai dari kandungan, itu harus diperbaiki gizinya. Setelah dia lahir, dia menjadi anak sehat kemudian kita hadirkan lembaga pendidikan yang bisa memberikan mereka bekal, baik moral, etika dan pendidikan yang layak itu tadi,” urainya.
Jika gizi baik ditambah pendidikan usia dini yang layak, menurut NA, seorang anak akan cepat menangkap apa yang diajarkan.
“Ketika tumbuh dan basic-nya bagus, pasti jika diajar akan cepat ditangkap. Sekarang kan kadang ada anak kelas tiga SD tapi belum bisa membaca. Ini tantangan,” tegasnya.
Atas dasar alasan itulah, menurut NA, dirinya tak lagi menjadikan isu pendidikan gratis sebagai jualan kampanye.
“Isu pendidikan gratis kita tak mau lagi gulirkan, tapi yang kita inginkan adalah pendidikan yang berkualitas dan pendidikan yang bersubsidi. Itu yang penting. Pendidikan yang berkualitas lahir dari pendidikan usia dini yang layak dan gizi yang baik,” pungkasnya.
Penulis: Abdul Latif



