25 C
Makassar
Selasa, Januari 19, 2021
Beranda Metropolis Tidak Masuk Jajaran Penerima Vaksin Perdana di Sulsel, Ini Jawaban Sekprov

Tidak Masuk Jajaran Penerima Vaksin Perdana di Sulsel, Ini Jawaban Sekprov

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani menanggapi tidak masuknya dalam daftar penerima vaksin perdana pada Kamis (14/1/2021) besok.

“Nanti kita lihat besok karena ini kan menyebut forkopimda. Forkopimda itu bagian Sekda juga forkopimdanya,” kata Abdul Hayat Gani kepada Sulselekspres.com, di kantor DPRD Sulsel, Rabu (13/1/2021).

Abdul Hayat Gani kembali mengungkapkan bahwa untuk vaksinasi perdana besok bisa jadi dirinya juga tergabung. Namun, ia juga menegaskan bahwa untuk ikut vaksinasi mesti melalui tahapan uji klinis. Karena kesehatan mesti terjamin.

“Kejaksaan tidak masuk kan namanya. Tapi kan itu bagian dari forkopimda, forum koordinasi pimpinan daerah. Sekda ada disitu di dalamnya, kejaksaan tinggi. Nanti kita lihat besok. Karena biar kita mau kalau diagnosa kita tidak memungkinkan untuk itu uji klinis kita,” lanjutnya.

Abdul Hayat mengakui bahwa memang belum ada rekomendasi untuk dirinya. Selain itu, untuk daftar vaksinasi pertama sudah diatur tanpa melalui pendaftaran.

“Sebenarnya memang tidak mendaftar. Diatur langsung memang. Kita tidak mendaftar memang,” ujarnya lagi.

Sebagaimana diketahui bahwa Gubernur Sulsel, Nurdin Abdulla dan Wakil Gubernur (Wagub), Andi Sudirman Sulaiman telah termaktub dalam daftar penerima vakinasi perdana dijajaran forkopimda. Tidak hanya itu, 12 orang lainnya pun siap ikut vaksin perdana, termasuk ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.

Sebagai informasi bahwa, berdasarkan informasi dari Humas Pemprov, Nurdin Abdullah akan divaksin besok pada pukul 09.00 wita di Rumah Sakit Dadi Makassar.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah telah mengikuti swab test untuk memastikan dirinya tidak positif Covid-19. Kesiapan NA dalam vaksinasi tersebut sebagai bentuk imbauannya untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Sinovac tidaklah berbahaya.

“Hari Kamis, saya vaksin pertama. Jadi tidak usah ragu, pemerintah sudah melakukan uji klinis yang ketiga,” tegasnya NA, Selasa (12/1/2021).

- Advertisement -
PenulisSelfi

Headline