31 C
Makassar
Sabtu, April 17, 2021
BerandaRagamTindak Lanjuti Amanah BPOM, RSUD Andi Makkasau Hentikan Penggunaan Obat Berbahan Ranitidin

Tindak Lanjuti Amanah BPOM, RSUD Andi Makkasau Hentikan Penggunaan Obat Berbahan Ranitidin

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B Andi Makkasau Kota Parepare, mulai menghindari penggunaan obat-obat berbahan Ranitidin.

Hal tersebut, pasca Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat lambung, atau obat yang mengandung ranitidin yang dapat berpotensi memicu kanker.

Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraini Sari mengatakan, sejak adanya perintah tersebut pihaknya langsung menghentikan penggunaan obat berbahan ranitidin. Apalagi, kata dia, masih banyak alternatif obat lain untuk Lambung selain ranitidin.

“Tidak hanya berhenti menggunakan ranitidin, kami juga sudah menghentikan pemesanan obatnya, dan kami juga masih menunggu edaran resmi dari BPOM,” katanya, Rabu (09/10/2019).

Sebelumnya, BPOM Republik Indonesia telah memerintahkan penarikan lima produk ranitidin, yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA). Untuk diketahui, NDMA disinyalir sebagai zat yang bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik.

Produk ranitidin yang diperintahkan penarikannya setelah terdeteksi mengandung NDMA adalah Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan pemegang izin edar PT. Phapros Tbk.

Sementara, produk ranitidin terdeteksi NDMA yang ditarik sukarela adalah Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT. Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT. Global Multi Pharmalab, serta Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/mL dari PT. Indofarma.

Penulis : Luki Amima

- Advertisment -

Headline