MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar semakin mantap melangkahkan menuju kampus bertaraf internasional.
Hal ini ditandai dengan berbagai kerjasama yang ia lakukan dengan instansi pendidikan internasional, salah satu diantaranya adalah Cambridge University, Inggris.
Kerja sama ini dijajaki setelah Unimerz menjadi salah satu Universitas dibawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) wilayah IX yang mencakup Sulawesi dan Gorontalo.
Kerjasama yang dilakukan sendiri dalam bidang pengembangan dan peningkatan penguasaan bahasa serta teknologi, dintandai dengan penandatanganan nota kerjasama antara Unimerz dan jaringan instansi Cambridge University di Indonesia, Briton.
Kesepakatan ini berlangsung di Ruang Rektorat Unimerz Makassar, jalan Tamangapa Raya, Manggala, kota Makassar, Kamis (10/9/2020) pagi.
Menurut keterangan Rektor Unimerz Makassar, Prof. Dr. dr. Ali Aspar Mappahya, SpPD, SpJP, kerjasama ini dijajaki untuk meningkatkan kualitas tenaga dan peserta didik sesuai standar internasional, khusunya dalam penguasaan bahasa dan teknologi.
“Tentu kerjasama ini akan menunjang kualitas pendidik dan peserta didik kita. Karena saat ini penguasaan bahasa menjadi salah satu kunci pokok untuk bersaing di era saat ini,” ujar Ali Aspar.
Kepala LL DIKTI wilayah IX, Prof Jasruddin, turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah berani yang diambil oleh Unimerz. Menurutnya, sekalipun nama Unimerz masih tertingal jauh dari Unhas dan kampus besar lainnya, tetapi secara kualitas tidak nisa dinomorduakan.
Bahkan pria yang akrab disapa Prof Jas itu mendorong Unimerz menjadi salah satu kampus pembuka gerbang second language di Indonesia Timur, khususnya untuk kampus-kampus di bawah naungan LL DIKTI Wilayah IX.
“Alhamdulillah Unimerz punya komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas alumninya, dengan menggandeng Briton sebagai jaringan reami Cambridge University di Indonesia,” ujar Prof Jas.
“Tentu kami mendukung penuh upaya ini demi mewujudkan second language di Indonesia. Karena kendala kita memang di situ. Sehingga second language sangat penting diterapkan untuk membawa Indonesia jauh lebih maju,” jelasnya.
Second language sendiri menjadi alasan utama LL DIKTI wilayah IX mendukung kerjasama kampus-kampus swasta dibawah naungannya dengan Cambridge University.
“Kita ini tertinggal dari negara tetangga karena memang belum punya second language. Nah inilah alasan saya hadir di sini, tentunya mendukung langkah baik ini,” jelasnya.