30 C
Makassar
Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaOlahragaUntung Rugi Melanjutkan Kompetisi Sepakbola Indonesia

Untung Rugi Melanjutkan Kompetisi Sepakbola Indonesia

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Asosiasi sepakbola tertinggi di Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), belum memutuskan nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020.

Meski begitu, PSSI sempat mengusulkan beberapa poin terkait kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, dalam rapat virtual yang dilakukan bersama pemilik klub Liga 1 dan Liga 2.

Dalam rapat tersebut, PSSI mengusulkan tujuh poin pokok jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 dilanjutkan. Tujuh poin tersebut dimaksud adalah kompetisi dilanjutkan bulan September, kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa, setiap tim dapat subsidi, tidak ada degradasi Liga 1, dua tim Liga 2 promosi, menerapkan protokol kesehatan, musim 2021 ada 20 peserta Liga 1.

Usulan tersebut bakal dibahas dalam rapat Exco yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini. Jika usulan PSSI tersebut disetujui, tentu akan menimbulkan keuntungan dan kerugian tersendiri bagi kompetisi.

Berikut analisis yang dirangkum Sulselekspres.com terkait keuntungan dan kerugian jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan :

1. Digelar kembali bulan September

Jika kompetisi dilanjutkan kembali mulai bulan September mendatang, tentu hal itu menjadi baik. Sebab sejumlah elemen bakal diuntungkan, mulai dari pemain, klub, supporter, juga berbagai elemen lain.

Melanjutkan kompetisi juga bisa berimbas pada pemulihan ekonomi, sebab sebagian perputaran ekonomi Indonesia ada dalam dunia sepakbola.

Akan tetapi hal ini juga bisa mendatangkan berbagai kerugian. Badai cedera bagi para pemain tentu menjadi salah satu hal yang ditakutkan, sebab jika kompetisi dilanjutkan bulan September, hampir dipastikan jadwal pertandingan akan sangat padat.

BACA: PSSI Berikan Opsi Kompetisi ke Klub Liga 1 dan 2

Selain itu, ancaman Covid-19 juga tentu menjadi hal-hal yang diwaspadai, mengingat saat ini kondisi penularan wabah di Indonesia belum dinyatakan stabil meski konsep New Normal diberlakukan di beberapa wilayah.

BACA JUGA :  Alih Status Ezra Walian Dapat Respons Positif dari FIFA

2. Kompetisi dipusatkan di Pulau Jawa

Us7lan ini sempat menjadi pembahasan berbagai pihak, sebab memusatkan pertandingan di Pulau Jawa dianggap bisa merugikan tim musafir dari daerah luar Pulau Jawa dan menguntungkan tim lokal.

Tetapi perlu diingat bahwa secara umum fasilitas infrastruktur di Pulau Jawa lebih memadai dibandingkan berbagai wilayah yang ada di luar Pulau Jawa.

3. Setiap tim mendapat subsidi 800 juta

Poin ini sepertinya menjadi salah satu poin yang tidak merugikan pihak klub. Sebab ditengah krisis seperti saat ini semua klub membutuhkan suntikan dana untuk melanjutkan aktivitas tim.

4. Tidak menerapkan sistem degradasi

Usulan ini tentu menjadi angin segar bagi semua tim yang ambil bagian dalam kompetisi Liga 1. Sebab mereka tidak perlu khawatir bakal turun ke kasta kedua kompetisi sepakbola Indonesia dan bisa menjalani laga dengan tenang.

5. Ada dua tim Liga 2 yang promosi ke Liga 1

Meski Liga 1 tidak menerapkan sistem degradasi, bukan berarti peluang tim Liga 2 tertutup untuk naik kasta. Sebab dua tim dari kompetisi nomor dua liga Indonesia ini akan tetap promosi ke kasta teratas pada musim 2021 mendatang.

Dua tim teratas klasemen (juara dan runner up) merupakan dua tim yang berhak naik ke kompetisi Liga 1 musim selanjutnya. Meski jatahnya berkurang satu tim, tetapi hal ini diprediksi bakal menambah animo dan antusias tim untuk bersaing di papan atas klasemen.

6. Ada 20 peserta Liga 1 musim 2021

Tidak adanya sistem degradasi dan menaikkan dua tim teratas klasemen Liga 2 membuat jumlah peserta Liga 1 2020 bertambah menjadi 20 tim (sebelumnya 18).

Hal ini menjadi keuntungan besar bagi tim Liga 2 untuk unjuk gigi dan bersaing dengan tim-tim Liga 1. Selain itu, kondisi tersebut juga membuka peluang tim Liga 2 berjaya bahkan juara di Liga 1 2021.

BACA JUGA :  Timnas U-23 Gagal Uji Coba karena Izin belum Dikantongi

7. PSSI menyiapkan segala protokol kesehatan dalam kompetisi ditengah Covid-19.

Pertandingan yang digelar dalam kondisi tidak normal ini membuat pihak yang bertanggung jawan harus menyiapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti tanpa penonton, pembatasan kru dan pemain di lapangan, menyediakan APD, dan berbagai hal lain untuk mengantisipasi penularan Covid-19 kepada semua pihak yang terlibat dalam pertandingan.

Meski usulan PSSI ini sudah banyak dibahas, tetapi kita masih harus tetap menunggu keputusan final yang akan disampaikan PSSI setelah ada hasil dari rapat Exco.

spot_img

Headline