24 C
Makassar
Senin, November 29, 2021
BerandaHealthWaspada, Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Lebih Besar

Waspada, Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Lebih Besar

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Sikap mawas diri diharapkan selalu ditanamkan semua pihak dalam menghadapi bahaya virus Covid-19.

Terlebih karena gelombang ketiga virus mematikan ini akan terjadi. Meskipun waktu pastinya belum ada kepastian.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengakui hal itu. Dia mengatakan kalau gelombang ketiga ini pasti akan terjadi pada waktunya.

“Gelombang tiga itu sesuatu yang niscaya pasti terjadi. Banyak negara yang sudah saat ini mengalami gelombang tiga padahal cakupan vaksinasi tinggi, tingkat protokol kesehatan (prokes) sudah baik,” kata Nadia dalam acara daring yang dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (22/10).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 ini juga khawatir, mutasi virus SARS-CoV-2 akan memberikan kontribusi besar pada kenaikan kasus covid-19 di Indonesia.

Kendati demikian, Nadia belum bisa memastikan seberapa tinggi lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang tiga. Dia hanya menyatakan bahwa pemerintah berupaya untuk mengantisipasi lonjakan.

“Jadi bisa sama, bisa sedikit meningkat atau bahkan bisa lebih tinggi dari Juli. Nah ini tentunya tidak kita inginkan kalau lebih tinggi dari Juli, itu kita sudah merasakan seperti apa kondisi kita, sangat mencekam di bulan Juli,” katanya.

Sejumlah negara diketahui sudah mengalami lonjakan kasus virus corona. Di antaranya Rusia, Inggris, Jerman, China, Singapura, Belgia, Slovenia, Polandia, hingga Republik Ceko.

Sebelumnya, Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, virus Corona di Indonesia diprediksi bisa kembali memuncak pada awal tahun depan atau paling lambat di bulan Maret 2022. Indonesia diketahui sudah melewati dua gelombang puncak yakni Desember 2020 dan Juli 2021.

Menurut dia, prediksi terjadinya gelombang ketiga didorong mobilitas masyarakat yang kembali meningkat dan cakupan vaksinasi masih jauh dari 50 persen.

BACA JUGA :  Terus Waspada, Gelombang Ketiga Covid Diprediksi Bisa Terjadi Awal Tahun

“Gelombang adalah peak atau puncak, kalau menurut saya gelombang yang terjadi di Indonesia adalah puncak bukan wabah, jadi dari pertama sampai sekarang ya wabahnya belum selesai-selesai,” kata Miko dilansir dari detikcom, (21/9/2021) lalu.

Meskipun demikian, gelombang ketiga jika terjadi nantinya tak akan melampaui jumlah kasus harian seperti pada dua gelombang puncak sebelumnya.

Jika pada Desember 2020 dan Juli 2021 kasus harian di atas 20 kasus harian, maka pada gelombang ketiga akan lebih rendah.

“Jadi sekarang akan menuju puncak lagi, yaitu puncak ketiga kalau, kemudian gelombang ini, atau puncak ketiga ini, akan menimbulkan puncak yang lebih kecil dari Juni 2021, dan mungkin lebih kecil dari Desember 2020, kasus hariannya tidak akan menyentuh 20 ribu,” jelas Miko.

(yusdin)

BACA JUGA
Penulis(*)
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.284,0
EUR
16.394,6
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.430,4
SGD
10.543,3