32 C
Makassar
Rabu, Februari 21, 2024
BerandaDaerahAdnan Harap Gedung Balmon SFR di Gowa Bantu Tingkatkan Layanan Telekomunikasi

Adnan Harap Gedung Balmon SFR di Gowa Bantu Tingkatkan Layanan Telekomunikasi

- Advertisement -
- Advertisement -

– Dampingi Menkominfo Resmikan Gedung Balmon SFR Kelas I Makassar

GOWA, SULSELEKSPRES.COM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mendampingi Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi melakukan Peresmian Pembangunan Fasad dan Gedung UPT Balai/Loka Monitor SFR (Spektrum Frekuensi Radio) Kelas I Makassar, di Jalan Poros Malino Kecamatan Bontomarannu, Kamis (1/2/2024).

Bupati Adnan mengatakan Kabupaten Gowa memiliki jumlah penduduk terbesar ketiga di Sulsel, 60 persen berada di daerah dataran tinggi dan 40 persen di dataran rendah, dimana Gowa merupakan daerah penyangga Kota Makassar yang setiap tahunnya pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan 4 persen.

Berdasarkan hal tersebut kata Adnan, kebutuhan terhadap layanan komunikasi dan telokomunikasi terjadi peningkatan yang sangat cepat sehingga dengan dilakukannya peresmian Gedung Balmon di Gowa ini dapat mendukung kebutuhan masyarakat khususnya dalam hal teknologi.

“Dengan dilakukannya peresmian hari ini semoga kebutuhan masyarakat kita bisa terlayani dengan baik, karena jika berbicara industri 4.0 yang menuju 5.0, digitalisasi merupakan keniscayaan yang harus kita berikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada sehingga Balai Monitor (Balmon) SFR ini memiliki peran yang sangat starategis salah satunya dalam melakukan pengawasan dan mengelola SFR yang menjadi pondasi penting bagi kelancaran layanan telekomunikasi di seluruh wilayah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Adnan menyampaikan, Gowa yang sebagian besar berada di daerah dataran tinggi masih terdapat wilayah yang blank spot atau tidak mendapatkan sinyal telekomunikasi, sehingga optimalisasi penggunaan radio amatir (orari) sangat membantu khususnya jika terjadi bencana.

“Terimakasih atas kehadirannya di Kabupaten Gowa, semoga Kemenkominfo terus bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada khususnya di Kabupaten Gowa,” harapnya.

Sementara Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pis dan Informatika (SD PPI), Kementerian Kominfo, Ismail mengatakan gedung kantor ini dilengkapi dengan alat-alat monitor spektrum frekuensi radio tetap maupun stasiun bergerak, dimana Kantor Balai Monitoring ini bertugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang penggunaan spektrum frekuensi radio yang meliputi kegiatan pengamatan, deteksi sumber pancaran, monitoring, penerbitan dan lain-lain.

BACA JUGA :  TP PKK Gowa Gelar Peeling Massal, Kolaborasi Perdoski Makassar

“Kantor Balai Monitoring ini istilahnya penjaga gawang spektrum frekuensi radio, dimana ini adalah sumber daya alam terbatas yang digunakan cukup banyak sektor kehidupan  salah satunya frekuensi untuk penerbangan misalnya bagaimana kita menjaga dan mengawal komunikasi antara pilot dengan menara kontrol, kami juga menjaga komunikasi dari sektor kebencanaan, karena setelah terjadinya gempa bumi jika ada potensi tsunami seluruh alat-alat yang digunakan oleh BMKG dan para BNPB itu semua menggunakan spektrum frekuensi radio,” jelasnya.

Dirinya menyebut, saat ini terdapat 19 gedung Balmon di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Gowa, dimana kedepan peran dan tugasnya semakin berat. Pasalnya sistem dari komunikasi bertumbuh sangat cepat dan  berbagai teknologi baru yang hadir saat ini terus berkembang dengan baik.

“Kompetensi dari SD PPI menjadi faktor kunci SDM dan kompetensi kemampuan menggambarkan spirit itu semua dan perubahan ini kita lakukan secara proporsional dan kami juga melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan SD PPI selama tahun 2023, dan tahun 2024 ini kita akan berlari kencang Untuk mensupport agenda-agenda ekonomi digital, teknologi digital, dan membawa perubahan dengan banyak aspek-aspek kehidupan,” jelasnya

Ditempat yang sama Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi mengapresiasi  langkah Ditjen SD PPI yang telah menjaga spektrum dan frekuensi radio di Indonesia dan terus mendorong percepatan internet di Indonesia.

“Percepatan internet Indonesia masih rendah. kita baru 24,9 Mbps. Kita targetkan dalam visi Indonesia digital itu 765 mbps di tahun 2045 sehingga dalam 21 tahun mendatang kita harus melompat 30 kali dan itu berarti kerjanya harus eksplorensial juga,” katanya.

Usai melakukan peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Menteri Kominfo bersama jajaran didampingi Bupati Gowa bersama Forkopimda Gowa meninjau langsung Gedung Balmon ini.(NH)

spot_img

Headline

Populer