25.2 C
Makassar
Selasa, November 30, 2021
BerandaRagamAkui Dirinya Homoseksual, Seorang Polisi di Jateng Dipecat

Akui Dirinya Homoseksual, Seorang Polisi di Jateng Dipecat

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Seorang mantan anggota Polri dengan pangkat terakhir Brigadir, dipecat oleh satuannya, karena masalah orientasi seksual yang ia alami.

Ia salah satu diantara kelompok minoritas seksual lainnya, hanya saja dia dari kesatuan polisi.

TT inisialnya, ia merupakan anggota Polda Jawa Tengah. Ia diberhentikan dengan tidak hormat, setelah mengakui dirinya sebagai homoseksual. Dia terakhir menjadi anggota Subditwisata Dipamobvit Polda Jawa Tengah.

BACA: Debat Rocky Gerung dengan Pendukung Ahok: Dari Kata Homo Hingga Dungu

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah apa yang diakui TT dianggap tercela.

Ma’ruf Bajammal, seorang pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat yang mendampingi TT menceritakan runutan waktu kasus yang menjerat TT.

Dilansir dari Suara.com, pada awal tahun 2016, tepatnya tanggal 14 Februari, TT diringkus aparat dari Polres Kudus terkait kasus pemerasan tanpa ada pelaporan terlebih dahulu. Ia lantas digelandang ke Mapolres Kudus untuk menjalani pemeriksaan.

BACA: Ellen DeGeneres Menentang Hukuman Rajam Kaum LGBT Brunei

“Saat itu, beliau (TT) ditangkap oleh aparat Polres Kudus. Katanya beliau terlibat kasus pemerasan,” ujar Ma’ruf dikutip dari Suara.com, Kamis (16/5/2019).

Setelah tertangkap, kata Ma’ruf, polisi justru menyoal wilayah personal TT, yakni orientasi seksualnya. Pemeriksaan itu dilakukan pada 15, 16 dan 23 Februari 2017.

“Namun pemeriksaan menjurus pada orientasi seksual beliau yang disebut menyimpang. Padahal, tidak ada orientasi seks yang menyimpang. Beliau hanya memiliki orientasi seksual minoritas,” jelasnya.

Memasuki tanggal 18 Oktober 2017, TT menjalani sidang etik yang digelar Polda Jawa Tengah. Dalam persidangan, TT mengakui sebagai penyuka sesama jenis.

BACA: Kisruh Hukuman Mati LGBT, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Kuat

“Dalam persidangan, ia mengakui dirinya menyukai sesama jenis. Namun alasan tersebut dijadikan pembenaran untuk memberhentikan beliau. Tentu hal tersebut melanggar prinsip nondiskriminasi yang melanggar UUD 1945, international Convenant on Civil and Political Right, Undang-Undang HAM, dan peraturan internal Polri,” papar Ma’ruf.

BACA JUGA :  Mahasiswi UNJ Meninggal Bukan Karena Gas Air Mata, Ternyata..

Oleh karena itu, tim kuasa hukum TT berupaya melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang untuk mencabut keputusan pemberhentian TT. Sidang tersebut sedianya akan digelar pada Kamis (23/5/2019) pekan depan.

“Kami ajukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke PTUN Semarang. Sidangnya akan dimulai pada kamis pekan depan,” tambahnya.

Lebih jauh, tuduhan orientasi seksual menyimpang yang dilayangkan terhadap TT, Ma’ruf tak sepakat. Baginya, TT adalah manusia yang memiliki orientasi seksual minoritas dari kebanyakan orang.

“Tidak bisa dikatakan seperti itu, tak ada yang menyimpang dalam kacamata hak asasi manusia. Yang ada hanyalah orientasi seksual yang minoritas,” singkat Ma’ruf.

Sementara itu, mengenai gugatan yang bakal dilakukan TT dan pendamping hukumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Agus Triatmaja mengaku, siap menghadapi upaya hukum Brigadir TT di PTUN Semarang.

“Silakan apabila ajukan gugatan ke PTUN, itu hak yang bersangkutan dengan menggunakan mekanisme yang berlaku,” kata Agus Triatmaja, dikutip Suara, Jumat (17/5/2019).

“Polda Jateng siap menghadapi gugatan PTUN dan akan menyiapkan tim untuk hadapi gugatan tersebut,” sambungnya.

Menurut Agus, pemberhentian Brigadir TT dinilai sudah sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku di Polri.

“Yang bersangkutan diberhentikan tidak hormat karena perilakunya dinyatakan sebagai perbuatan tercela”, bebernya.

Namun begitu, Agus enggan menjelaskan yang dimaksud perbuatan tercela itu apakah terkait dengan orientasi seksual Brigadir TT. Dia menolak menjelaskan.

“Semua ada di pemeriksaan, secara detail dan mendalam apa saja penyidik yang mengetahui hasil pemeriksaannya,” jelasnya.

Penulis: Agus Mawan
BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.284,0
EUR
16.394,6
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.430,4
SGD
10.543,3