27 C
Makassar
Senin, Agustus 15, 2022
BerandaMetropolisDKN Makassar Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Lewat Bulo

DKN Makassar Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Lewat Bulo

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mengembangkan potensi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan kelompok tani lorong yang menjadi binaan.

Kadis Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati mengatakan bahwa jika pada tahun sebelumnya Pemerintah Kota Makassar menargetkan hanya untuk mendekatkan atau memenuhi pangan dan gizi masyarakat. Tapi tahun depan harus sudah menjadi penopang perekonomian keluarga.

BACA: Genjot BUlo, Wali Kota Danny Luncurkan Aplikasi Pacarita

Jadi, kata dia, tanaman lorong yang pada awal hanya untuk pemenuhan kebutuhan. Kini akan menjadi sebuah usaha dengan program Badan Usaha Lorong (Bulo). Dengan memanfaatkan kelebihan dari hasil panen ditiap lorong.

“Jadi untuk selanjutnya kita berusaha memanfaatkan kelebihan pangan (Lombok) yang ditanam di lorong oleh kelompok tani dengan menggunakan program Bulo,” katanya, disela-sela rapat kordinasi Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Kamis (29/11/2018).

BACA: Danny Pomanto, Antara Prestasi BUlo dan Kasus BUloa

Tidak hanya sampai disitu, kata Sulistiawati, pihaknya juga akan menyediakan atau memberikan akses ke pasar-pasar modern untuk menjual hasil panen tersebut. Sehingga,

Namun, hal itu, kata Sri, membutuhkan sinergitas seluruh SKPD. Dan melalui rapat koordinasi ini menghasilkan dalam percepatan kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya dari segi ketahanan pangan, tetapi ketahanan ekonomi dan sosial.

“Dengan rakor ini kelompok tani lorong diharapkan juga bisa membuat olahan pangan industri rumah tangga dan menghasilkan oleh-oleh. Jadi tan lorong bisa menciptakan bukan saja lorong yang indah, tapi juga produktif,” jelasnya.

Saat ini pihaknya juga telah bekerja sama dengan Bank Indonesia mengembangkan tujuh kawasan pengembangan lorong peduli inflasi. Yang diharapkan mampu memotivasi dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya dalam pengembangan kawasan produktif.

BACA JUGA :  Anggaran Covid-19 Kota Makassar Belum Terserap 100 Persen

Kawasan tersebut meliputi tujuh kelurahan yang ada di Kota Makassar seperti Kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakukkang, Kelurahan Melati Kecamatan Ujung Pandang, Kelurahan Ballang Baru Kecamatan Tamalate, Kelurahan Timongan Lompoa Kecamatan Bontoala, Kelurahan Malimongan Kecamatan Wajo, Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea, dan Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala.

Tiap kawasan tersebut DKP menanam 2500 polybag cabe, artinya ada sekitar 17.500 ribu polybag cabe yang ditanam. Belasan ribu bibit cabe tersebut akan menghasilkan dalam tiap polybag berisi satu kilogram.

“Berarti jika di rata-ratakan akam menghasilkan 2500 kilo, meskipun tiap kilo yang dihasilkan itu didapat dari lima kali panen cabe,” jelasnya.

Penulis: M. Syawal
spot_img

Headline