26 C
Makassar
Selasa, November 29, 2022
BerandaHealthIni Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit Kalori

Ini Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit Kalori

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Diet defisit kalori adalah pola diet di mana pengaturan pola makan yang diterapkan adalah membatasi jumlah kalori yang masuk. Jika kamu mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, itu berarti kamu tidak mengalami defisit kalori dan penurunan berat badan tidak akan berhasil.

Cara menerapkan diet defisit kalori yaitu dengan mengubah banyak kalori yang masuk dan berolahraga. Kombinasi keduanya akan sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Simak selengkapnya mitos dan fakta seputar diet defisit kalori di sini!

Diet Defisit Kalori untuk Menurunkan Berat Badan

Defisit kalori terjadi ketika jumlah kalori yang dikonsumsi seseorang dalam sehari lebih kecil dari jumlah kalori yang dibakarnya. Tubuh perlu membakar sejumlah kalori untuk bisa melakukan semua fungsinya.

Banyaknya kalori yang dibutuhkan seseorang setiap hari bervariasi berdasarkan:

Jenis kelamin.

Usia.

Tingkat aktivitas fisik.

Tinggi.

Berat badan.

Komposisi tubuh.

Walaupun begitu, defisit kalori saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan bila tidak dibarengi dengan aktivitas fisik. Berolahraga selama 30 menit setiap hari akan membantu menurunkan berat badan.

Orang yang tidak banyak bergerak dan bergerak sangat sedikit sepanjang hari harus mencoba meningkatkan tingkat aktivitas fisik hariannya.

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah mengganti jenis makanan berkalori tinggi dengan makanan berkalori rendah, meningkatkan asupan air, dan makan lebih banyak serat agar merasa kenyang.

Kombinasikan Juga dengan Gaya Hidup Sehat Lain

Memotong terlalu banyak kalori dan tidak mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan akan membuat kamu mengalami beberapa masalah kesehatan. Pasalnya, tubuh membutuhkan jumlah kalori minimum untuk berfungsi dengan baik.

Memotong terlalu banyak dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk:
Tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga dapat mengganggu pertumbuhan, salah satunya massa tulang.

Membuat otak kehilangan energi yang diperlukan.

Metabolisme menurun.

Meningkatkan risiko mengembangkan batu empedu.

Beberapa gejala sebagai akibat dari kurangnya mengonsumsi kalori antara lain:

Sering sakit.

Tidak bisa menurunkan berat badan.

Perubahan mood yang negatif.

Sulit tidur.

Mengalami sembelit.

Kalau kamu berencana untuk menerapkan diet defisit kalori, ada baiknya kamu melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Sumber: halodoc.com

spot_img

Headline

Populer