24 C
Makassar
Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaPolitikJatah Kursi Soreang Berkurang, 4 Petahana Masih Tangguh

Jatah Kursi Soreang Berkurang, 4 Petahana Masih Tangguh

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Perhelatan Pemilu Umum Legislatif (Pileg) 2019 tinggal menghitung hari. Karenanya, para Calon Legislatif (Caleg) mulai mematangkan strategi politik demi meraih amanah dari masyarakat, untuk menjadi Wakil Rakyat di DPRD.

Khusus di Parepare, Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Soreang, tercatat 9 petahana yang kembali maju Pileg, ditambah 1 petahana yang aktif, ditambah 1 petahana telah di-PAW (Pengganti Antar Waktu).

Petahana tersebut di antaranya, Kaharuddin Kadir (Golkar), John Pannangan (Golkar), Andi Firdaus Djollong (PAN), Andi Muh. Fudail (PKB), Yangsmid Rahman (Demokrat), Nurtiaty Sjam (Demokrat), Abdul Salam Latief (PPP), Apriyani Djamaluddin (PDIP), Amiruddin Said (NasDem). Ditambah, satu petahana lainnya yang mengundurkan diri yakni, Tasming Hamid, sebelumnya di Partai Demokrat dan kini maju melalui Partai NasDem.

Untuk Pileg 2014 lalu, kuota kursi Dapil Seorang sebanyak 9 kursi, dan kini berkurang 1 kursi menjadi 8. Sehingga, harus ada 1 petahana yang harus tumbang, jika dengan menggunakan kalkulasi kuota kursi yang ada diisi kembali oleh semua petahana.

Namun, di satu sisi, ada beberapa petahana yang masih diklaim tangguh di antaranya, Kaharuddin Kadir, Yangsmid Rahman, Apriyani Djamaluddin, dan Tasming Hamid. Keempat petahana tersebut, sampai saat ini masih memiliki basis massa yang kuat di  7 Kelurahan yang ada di Soreang.

Pemetaan Kekuatan Petahana Tangguh

Kaharuddin Kadir

Pada Pileg 2014 lalu, Kahar mampu meriah suara terbanyak untuk Partai Golkar Dapil Soreang sebanyak 1451 suara, dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Parepare. Dalam struktur Partai Golkar Parepare, Kahar menjabat sebagai Ketua Harian, dan ditambah lagi, Kahar merupakan Ketua Tim Pemenangan Paslon Taufan-Pangerang pada Pilkada 2018 lalu.

Kahar juga merupakan salah satu tokoh di Soreang, yang sangat dicintainya oleh masyarakat karena kerja-kerja selama menjadi Legislator, memberikan dampak positif terhadap masyarakat, selama menjabat 2 periode.

BACA JUGA :  Diinginkan Tetap Mengabdi, Abdul Latif Maju Pileg

Yangsmid Rahman

Meski tergolong kurang populer, namun pria yang akrab disapa Kiki tersebut sangat diperhitungkan oleh lawan-lawan politiknya. Hal tersebut, lantaran dirinya mampu menjaga dengan baik, hubungan emosional dengan konstituennya, dan basis yang dimiliki juga merata dan kuat.

Yangsmid juga merupakan tokoh masyarakat yang sangat santun, ramah, peduli terhadap masyarakat. Yangsmid juga dikenal sebagai pengusaha yang dermawan, dan senantiasa meringankan beban sesama. Hal itu, membuat Yangsmid masih dibutuhkan oleh masyarakat Soreang untuk menjadi Legislator.

Apriyani Djamaluddin

Sebagai satu-satunya perwakilan perempuan untuk Dapil Soreang, Apriyani masih dibutuhkan untuk dapat memperjuangkan aspirasi kaum perempuan di wilayah Soreang. Dengan meraih suara 1564 sekaligus runner up suara terbanyak secara personal, Apriyani patut diperhitungkan untuk kembali terpilih.

Tasming Hamid

Figur muda, merakyat, dan sosial, merupakan modal utama yang dimiliki pria lajang tersebut. Meski Tasming tergolong baru dalam dunia politik, tapi dirinya mampu membuktikan kekuatannya pada Pileg 2014 lalu sebagai peraih suara terbanyak dengan 2619 suara, dan menjadi top skor dari seluruh Caleg yang terpilih.

Bahkan, setelah dirinya berpindah partai, Tasming masih menjadi lawan kuat bagi Caleg-caleg lain di Soreang. Popularitas yang dimiliki Tasming pun, kini telah mencapai tingkat daerah. Hanya saja, pada Pilkada 2018 lalu, Tasming urungkan niat untuk maju, namun itu justru menambah kekuatan baginya, pada Pileg 2019 tahun ini.

Terkait hal tersebut, pengamat politik Parepare, Muhammad Ali mengatakan, keempat petahana tersebut memang masih berpeluang untuk duduk kembali. Meski, kata dia, perhitungan perolehan kursi pada Pileg 2019 ini, berbeda dengan Pileg 2014 dengan menggunakan rumus BPP (Bilangan Pembagi Pemilih).

“Untuk Pileg 2019 ini menggunakan metode perhitungan Sainte League (Perhitungan Bilangan Ganjil), yakni setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3,5, 7 dan seterusnya,” katanya, Rabu (20/03/2019).

BACA JUGA :  PKB Ingin "Pecahkan Telur" di Sulsel

Ali menjelaskan, jika mengamati perkembangan eskalasi politik menjelang Pileg 17 April mendatang, maka peluang partai-partai petahana secara umum masing terbilang kuat untuk menduduki kursi dewan, seperti Golkar, Demokrat, NasDem, PPP, PAN, PKB, dan PDIP.

“Namun, kalau membandingkan hasil suara partai pada Pileg 2014, maka bisa diprediksi Golkar tetap memperoleh 2 kursi seperti yang dimiliki saat ini. Dan kalau mengamati pergerakan eskalasi politik khusus di Soreang, bisa jadi Partai NasDem juga diprediksi meraih 2 kursi,” bebernya.

Ali mengemukakan, partai yang sulit memperoleh kursi selain PKS dan Hanura yang memang tidak mempunyai calon adalah partai-partai pendatang baru. Untuk Partai Gerindra sendiri, lanjutnya, tetap berpeluang untuk meriah kursi tetapi ergantung kerja kerja politik para Calegnya.

“Karena untuk mendapatkan jatah kursi, partai politik harus meraih suara sah di atas 1.500 suara,” pungkasnya.

 

Penulis : Luki Amima

spot_img

Headline