24 C
Makassar
Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaMetropolisJumlah Produksi Air PDAM Sudah Mulai Meningkat

Jumlah Produksi Air PDAM Sudah Mulai Meningkat

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasca musim kemarau panjang yang menyebabkan menurunnya jumlah produksi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Makassar menurun drastis.

Jika di hari-hari normal jumlah produksi air bersih di instalasi Panaikang dan instalasi Antang mencapai 1.500 liter per detik, menurun drastis dan nyaris tersisa 10 persen saja dari waktu normal.

Akibatnya, debet air yang ada di bendungan Lekopancing harus dibantu dengan air yang diambil dari dua sungai, yaitu Sungai Moncongloe dan Sungai Jeneberang.

“Di bulan September iru jumlah air di Bendungan Lekopancing tinggal 10 persen. Bahkan itu cuma terhitung genangan saja. Akhirnya kita ambil bantuan dari instalasi Tallo dan Mallengkeri,” jelas Kabag Humas PDAM kota Makassar, Muhammad Rusli.

Untuk produksi dari Sungai Moncongloe hanya bisa produktif di angka 600 liter per detik. Sementara untuk Sungai Jeneberang berada di kisaran angka 200 liter per detik.

“Jadi dulu produksinya itu hanya berkisar di angka 900 liter saja. Karena dari Moncongloe itu 600-an dan dari Jeneberang itu 200-an. Jadi berkisar di 800 sampai 900 liter per detik saja,” jelas Rusli, di gedung DPRD kota Makassar, Senin (23/11/2020) malam.

Untuk saat ini, ketika hujan sudah mulai turun, debet air yang ada di Bendungan Lekopancing sudah naik. Produksi per detiknya yang diproduksi IPA Panaikang sudah bisa sampai 1.200 liter.

Akan tetapi, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan, agar pelanggan yang berada di ujung pipa bisa mendapat jatah dengan merata. Terlebih lagi jumlah produksi masih fluktuatif.

Untuk target sendiri, pihak PDAM mematok di angka 1.300 liter per detik. Sehingga wilayah yang kekurangan hanya bisa diauplai melalui mobil tangki.

BACA JUGA :  Pemkot Anggarkan Rp510 juta untuk Pengadaan Sepeda Motor bagi SKPD

“Sekarang 1.200. Target kita 1.300. Ini akan kita tingkatkan lagi supaya pelanggan yang di ujungbpupa bisa dapat merata. Sekarang masih ditanggulangi dengan mobil tangki. Itu pun isinya hanya sekitar 3000 sampai 4000 liter saja,” terang Rusli.

“Sebenarnya, idealnya untuk kota Makassar itu 5.000 liter per detik. Itu sudah bisa menutupi keperluan air di kota Makassar.”

Saat ini, IPA Antang memiliki 5.000 pelanggan, dengan kapasitas produksi 70 sampai 100 liter per detik. Sementara untuk IPA Panikang memiliki 55.000 pelanggan, yang tersebar di enam kecamatan, yaitu kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan sebagian Panakkukang.

“Jadi yang sering bermasalah memang Panaikang sama Antang. Jadi yang terdampak itu sekitar 60.000 pelanggan. 55.000 pelanggan di IPA Panaikang dan 5.000 dari IPA Antang,” beber Rusli.

“Sementara kebutuhan pelanggan untuk satu bulan itu sekitar 20 sampai 25 kubik per bulan (1 kubik 1.000 liter),” lanjutnya.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.230,8
EUR
16.574,3
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.428,8
SGD
10.556,7