32 C
Makassar
Senin, Maret 4, 2024
BerandaMetropolisKaukus DPRD Sulsel Launching Buku Wajah Srikandi Masa Kini

Kaukus DPRD Sulsel Launching Buku Wajah Srikandi Masa Kini

- Advertisement -
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kaukus DPRD Sulsel launching dengan judul Buku Srikandi Masa kini yang merupakan hasil karya 23 perempuan anggota DPRD Sulsel masa periode 2019-2024 yang berisi tentang sebuah perjalanan yang didalamnya ada tantangan, masalah dan perjuangan oleh politisi perempuan yang merupakan sebuah perjalanan inspiratif dan peningkatan kapasitas legislatif perempuan DPRD Sulsel.

Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika menyatakan bahwa DPRD Sulsel melalui kaukus parlemen meluncurkan buku dengan judul wajah Srikandi masa kini yang bekerjasama dengan Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) yang bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui bahwa pada pileg 2019 yang lalu keterpilihan perempuan di lembaga politik DPD Provinsi Sulawesi Selatan dimana dari 85 anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024 ada 23 legislator perempuan yang terpilih.

“Jadi kami berharap buku ini bisa menginspirasi untuk teman-teman politik khusus perempuan lainnya tidak peduli dari partai apapun tetap semangat untuk senantiasa berjuang dan mewakili perempuan karena perempuan juga yang paling memahami apa yang tentu menjadi harapan-harapan yang bisa kita susun dan kemudian kita tetapkan di lembaga legislatif,” katanya.

Dengan adanya buku ini, dirinya sebagai ketua DPRD perempuan pertama di DPRD Sulsel berharap pada tahun 2024 sebagai tahun politik bisa lebih banyak politisi perempuan yang terpilih
dan para petahana perempuan kembali terpilih perempuan Sulawesi Selatan agar bisa melebihi daripada 30% atau melebihi dari 23 legislator perempuan.

“Semoga kedepannya politisi perempuan bisa saling mensuport sehingga senantiasa harus saling menguatkan dan setelah peluncuran buku ini apa yang kami lakukan selama periodisasi ini bisa sampai kepada masyarakat dan kemudian kami-kami yang ada di sini itu bisa mencerminkan betapa pentingnya keterwakilan perempuan untuk juga ada di lembaga politik DPRD Sulsel,”ujarnya.

Ketua kaukus Parlemen DPRD Sulsel Rismawati Kadir Nyampa, menyampaikan bahwa dalam buku yang dilaunching oleh pihaknya yang bekerja sama dengan LSKP menggambarkan bagaimana perjalanan dari anggota DPRD perempuan selama kurun waktu 1 periode ini sudah memasuki tahun ke-4 dan sisa masa jabatan di satu tahun terakhir merupakan sebuah karya yang di persembahkan untuk masyarakat Sulawesi Selatan khususnya untuk politisi politisi perempuan agar menjadi inspirasi kemudian politisi perempuan tetap semangat di dalam berjuang meraih suara rakyat di dalam menambah kursi-kursi parlemen yang di mulai dari tingkat kabupaten tingkat provinsi sampai dengan tingkat pusat.

“Harapannya tentu kuota 30% perempuan bisa tercapai di mana kita di provinsi Sulawesi Selatan dari 85 orang sekarang sudah 23 orang secara persentase 28,9% artinya nyaris sudah mencukupi 30 mudah-mudahan Pemilu 2024 yang akan datang kita bisa mencapai angka 30% ataupun bisa melebihi dari angka 30% ,” tuturnya

Menurutnya, LSKP merupakan
satu lembaga yang konsen mengawal teman-teman politisi perempuan di dalam memberikan peningkatan kapasitas di dalam memberikan pembekalan m kepada caleg-caleg perempuan yang akan bertarung dan sudah banyak yang dicetak oleh LSKP salah satunya adalah Rismawati kadir Nyampa dan juga termasuk adalah ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang hari ini menjadi perempuan pertama yang menjadi ketua DPRD Sulsel.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak terlepas dari kontribusi yang diberikan oleh teman-teman yang ada di lskp salah satu alumninya adalah saya sebagai ketua kalkus dan juga ibu Ketua DPRD Sulsel,” ucapnya.

Perwakilan LSKP Salma Djajan
Memaparkan poin penting dari buku yang diluncurkan bagaimana sebenarnya politisi perempuan di tengah kesibukan sebagai ketua ataupun anggota DPRD yang juga memiliki peran-peran di dalam keluarganya sehingga isinya menceritakan tentang bagaimana teman-teman memilih suatu antara publik dan adomestiknya juga begitu begitu pula juga dengan bagaimana kemudian perjalanannya ketika dia berjuang dulu untuk menjadi seorang anggota DPRD sampai kemudian duduk.

“Di dalam buku ini adalah karya-karyanya dan prestasi yang diraih politisi perempuan dan tentu saja ada tantangan yang dihadapi tetapi di dalam buku ini juga mengulas tuntas masing-masing setiap anggota DPRD yang menuliskan tentang bagaimana strateginya sehingga bisa melakoni semua peran-perannya,” jelasnya.

spot_img

Headline

Populer