24 C
Makassar
Senin, Januari 30, 2023
BerandaHeadlineKejari Bone Tetapkan Dua Tersangka  dalam Kasus Rehabilitasi Daerah Irigasi

Kejari Bone Tetapkan Dua Tersangka  dalam Kasus Rehabilitasi Daerah Irigasi

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM–  Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone menetapkan dua tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan Rehabilitasi Daerah Irigasi tahun anggaran 2019 yang terletak di Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.

Dimana tersangka MA merupakan Direktur PT. Mitra Aiyyangga Nusantara selaku Penyedia Jasa sedangkan tersangka NR selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan.

Kasi Intel Kejari Bone Andi Hairil Akhmad, SH., M.H saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menetapkan 2 tersangka pada proyek irigasi 2019 tersebut.

BACA JUGA :  Kejari Bone Kembali Musnahkan Narkoba

“Penetapan kedua tersangka tersebut dilakukan setelah Tim Penyidik Kejari Bone memeriksa sebanyak 17 orang saksi, kemudian mencermati fakta-fakta yang berkembang dalam proses penyidikan dan ditemukan bukti yang cukup,”terangnya dalam keterangan, Jumat (9/12/2022).

Menurut, Mantan Kacabjari Lapri itu menjelaskan pembangunan pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi di Desa Jaling di Kecamatan Awangpone, tahun 2019 dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp.11.999.176.886 yang sumber dananya berasal dari APBD Propinsi Sulawesi Selatan.

“Pada pelaksanaannya ditemukan beberapa indikasi perbuatan melawan hukum dimana terdapat pengeluaran anggaran di luar peruntukannya dari fisik dan pembayaran pajak, dimana dalam pengerjaan proyek tersebut pekerjaan di Subkontrakkan dari rekanan kepada pihak lain, akibatnya timbul reduksi anggaran sehingga terdapat perbedaan kualitas maupun kuantitas maka pembangunan yang dihasilkan tidak optimal. Pada pekerjaan tersebut Tim Penyidik Kejari Bone mendapatkan kerugian negara sebesar Rp.3.503.819.730,- berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Makassar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kejari Bone Musnahkan 89 Barang Bukti Perkara

Andi Hairil menambahkan, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tahun anggaran 2019 terhadap tersangka MA dan NR  disangkakan Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Atau Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, dimana diancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka lain dalam penanganan perkara ini selain 2 tersangka tersebut.

“Tim Penyidik akan melihat perkembangan fakta-fakta yang akan terungkap dalam penyidikan kedepannya maupun persidangan nantinya,” jelasnya lagi.

Bahwa penetapan para tersangka tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Kejari Bone dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten Bone, khususnya dalam momentum menyambut peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2022 yang jatuh pada tiap tanggal 9 Desember.

spot_img

Headline

Populer