27 C
Makassar
Sunday, June 23, 2024
HomePolitikPeluang Besar Nurhaldin Pimpin DPD II Golkar Makassar

Peluang Besar Nurhaldin Pimpin DPD II Golkar Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Momentum pergantian pucuk pimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kota Makassar sudah mulai diperbincangkan. Sekalipun belum ditentukan tanggal pasti pelaksanaannya, tetapi wacana figur calon pemimpinnya sudah mulai beredar.

Sejauh ini, nama Farouk M Betta masih menjadi salah satu pihak yang digadang-gadang bakal menduduki jabatan 01 di DPD II Partai Beringin kota Makassar. Akan tetapi, sejumlah nama lain juga mulai bermunculan.

Salah satu nama yang muncul adalah putra wakil ketua DPP Golkar, Andi Nurhaldin Nurdin Halid. Wakil ketua DPRD kota Makassar tersebut cukup diperhitungkan untuk maju dan memimpin DPD II Golkar kota Makassar.

Peluang Nurhaldin ini juga diakui oleh salah satu pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto. Menurutnya, jaringan elit yang dimiliki Nurhaldin bisa menjadi modal kuat untuk menduduki jabatan 01 di DPD II Golkar Makassar.

“Nurhaldin punya jaringan elit yang kuat. Jalan menuju 0 tentu terbuka lebar. Apalagi sekarang dia duduk sebagai jajaran pimpinan di DPRD kota Makassar,” jelas Ali kepada Sulselekspres.com, Jumat (8/1/2021) siang.

Lebih jauh Ali mengatakan, secara kualitas, tentu posisi Nurhaldin juga sangat layak untuk dipertimbangkan. Sebab, pengalaman politik dan lingkungan elit yang selama ini ada di sekelilingnya cukup membantu perkembangannya.

Dengan begitu, peluang terbukanya pintu kemenangan Nurhaldin di pertarungan perebutan kursi orang nomor satu di DPD II Partai Golkar Makassar sangat besar.

Meski begitu, Ali juga menilai Nurhaldin tidak boleh lengah begitu saja dalam menghadapi pertarungan perebutan jabatan nomor satu di Golkar Makassar. Sebab, pengaruh Farouk M Betta di kalangan kelas bawah Golkar juga cukup kuat dan mengakar.

“Saya rasa kalau diberi kesempatan bertarung secara fair, Farouk M Betta berpeluang lebih besar. Karena lebih mengakar di Golkar. Kalau Nurhaldin kan bisa dibilang lebih mengandalkan jaringan elit,” jelas Ali.

Akan tetapi, setiap pertarungan politik, baik di dalam maupun di luar tubuh partai, tentu campur tangan elit politik tetap saja terlibat. Hal ini tidak lepas dari peranan dan posisi pimpinan pusat yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.

“Sementara kalau orang mau laksanakan yang namanya musyawarah di internal partai, itu biasanya melibatkan elit. Bahkan cenderung mereka yang mengatur,” jelas Ali.

Melihat kondisi ini, tentu saja perebutan kursi 01 di Golkar Makassar tidak bisa hanya melihat dua figur tersebut. Tetapi harus mempertimbangkan figur lain yang bisa saja muncul di dekat-dekat waktu pelaksanaan.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img