25 C
Makassar
Kamis, Februari 22, 2024
BerandaDaerahPemkab Bone Bersama Baznas, Apresiasi Kinerja Imam Desa dan Kelurahan dengan Insentif

Pemkab Bone Bersama Baznas, Apresiasi Kinerja Imam Desa dan Kelurahan dengan Insentif

- Advertisement -
- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj Bupati Bone Andi Islamuddin menghadiri penyerahan bantuan dana hibah insentif guru mengaji dan Imam desa/kelurahan sebanyak 372 orang yang diprakarsai oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone.

Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Masjid Al Markas Al Ma’Arif, Jl Ahmad Yani, Kota Watampone,
Kamis, (30/11/2023).

Penyerahan insentif secara simbolis dilakukan oleh Pj. Bupati Bone Andi Islamuddin, Ketua DMI Bone Ambo Dalle, dan Plt Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. H. Ali Yafid. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan komponen masyarakat keagamaan di Kabupaten Bone.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Asisten I Pemkab Anwar, Kabag Kesra Setda Andi Mallanti, Pimpinan Baznas, BKPRMI Bone, dan Para Kepala KUA se-Kabupaten Bone.

Penjabat Bupati Bone, Andi Islamuddin, mengatakan bahwa apa yang dilakukan pada hari ini merupakan kelanjutan dari gagasan Bupati sebelumnya terkait pemberian insentif kepada Imam Desa dan Kelurahan di daerah ini. Hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada para tokoh agama yang memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat.

Lanjut, kata dia, gagasan ini muncul oleh mantan Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakil Bupati Ambo Dalle MM. Menurutnya, gagasan tersebut masih relevan dan merupakan inisiatif positif untuk memberikan penghargaan kepada para Imam Desa dan Kelurahan.

“Pemberian insentif kepada Imam Desa dan Kelurahan sebenarnya masih ide dan gagasan Bupati dan Wakil Bupati Bone sebelumnya. Saya selaku Pj Bupati Bone yang menggantikan beliau hanya melanjutkan saja,” katanya.

Meskipun diakui bahwa jumlah insentif yang diberikan terbatas karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Andi Islamuddin tetap menilai bahwa ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap para pemimpin agama di tingkat desa.

“Jika melihat jumlahnya memang sedikit karena APBD terbatas. Namun ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada para Imam Desa dan Kelurahan,” tambah mantan Kepala Inspektorat Bone.

Selain itu, untuk meningkatkan jumlah insentif yang diberikan, Pj. Bupati Bone Andi Islamuddin mengungkapkan dua formulasi yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah daerah. Pertama, dengan memaksimalkan pengumpulan zakat harta melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa. Hal ini diharapkan dapat menjadi sumber tambahan untuk program insentif.

“Tak hanya itu, formulasi kedua adalah memaksimalkan zakat ASN lingkup Pemkab Bone. Pengoptimalan pengumpulan zakat ASN diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan dana insentif bagi Imam Desa dan Kelurahan. Meskipun tantangan terkait keterbatasan APBD masih ada, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mencari solusi agar program ini dapat berjalan dengan optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Bone, Ali Yafid menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatiannya terhadap peran strategis para Imam Desa dan Kelurahan. Menurutnya, para Imam ini merupakan garda terdepan di desa dan kelurahan, serta memiliki peran yang cukup strategis dalam pembinaan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Ali Yafid mengungkapkan bahwa peran Imam Desa dan Kelurahan sangat membantu pemerintah dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat terkait ajaran yang baik dan benar. “Tupoksinya cukup berat, dan kami mengapresiasi dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas ini dengan baik,” ungkap Plt Kepala Kantor Kemenag Bone.

Ia juga mendorong para Imam Desa dan Kelurahan untuk membangun kolaborasi yang erat dengan penyuluh agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang berada di wilayah mereka. “Pentingnya koordinasi dan sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama dalam membina masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ali Yafid menekankan bahwa peran Imam Desa dan Kelurahan tidak hanya sebatas dalam pembinaan ajaran agama, tetapi juga melibatkan mereka dalam membantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam pengumpulan zakat. “Para Imam ini memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat untuk berzakat, sehingga dapat membantu mereka yang membutuhkan,” lanjutnya.

Dalam upayanya memperkuat peran para Imam, Kepala Kantor Kemenag Bone berharap agar mereka terus membangun koordinasi yang baik dengan instansi terkait dan tetap menjadi pilar utama dalam membina serta mengayomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. “Kami berterima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh para Imam Desa dan Kelurahan,” bebernya.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Baznas Kabupaten Bone, Rusmin Igho juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas perhatiannya terhadap para Imam Desa/Kelurahan dan guru mengaji.

“Ini merupakan program yang telah berlangsung dari tahun ke tahun. Kita berharap insentif kedepan bisa ditambah lebih besar lagi,” ucapnya.

Igho juga memberikan pesan kepada para penerima insentif, mengajak mereka untuk mensyukuri apa yang diberikan. “Meski nominalnya tidak besar, namun ini adalah bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Bone terhadap kita semua,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone, Ambo Dalle menyampaikan harapannya agar insentif untuk imam desa dan kelurahan dapat mencakup seluruh imam masjid di wilayah tersebut, termasuk ribuan guru mengaji.

Mantan Wakil Bupati Bone dua periode ini menyatakan kesadarannya terhadap keterbatasan anggaran pemerintah dalam memberikan insentif kepada para imam masjid. Namun, ia juga menunjukkan adanya solusi yang dapat diimplementasikan untuk menjawab tantangan ini.

Salah satu solusi yang diusulkan oleh Ketua DMI Kabupaten Bone adalah kolaborasi aktif antara imam desa, kelurahan, dan Amil Zakat Baznas. Dengan bersama-sama berkontribusi, mereka dapat meningkatkan dana zakat yang dikelola oleh Baznas, sehingga pada akhirnya dapat diharapkan adanya dukungan lebih besar dari pemerintah.

“Kita menyadari bahwa pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Namun, jika kita dapat bekerja sama dengan Baznas, kita dapat meningkatkan dana zakat yang dikelola oleh lembaga ini. Dengan begitu, kita berharap ada sharing yang lebih besar dari pemerintah untuk mendukung imam-imam masjid, termasuk guru mengaji yang jumlahnya mencapai ribuan di Kabupaten Bone,” ungkap H Ambo Dalle.

Pihaknya juga menekankan bahwa langkah ini bukan hanya akan memberikan manfaat langsung kepada imam-imam masjid, tetapi juga akan memperkuat peran Baznas dalam mengelola dana zakat secara lebih efektif dan efisien.

Sebagai pemimpin dalam lingkup keagamaan, Ambo Dalle, berharap agar langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengatasi tantangan serupa.

“Kita ingin menciptakan sistem yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama mereka yang berperan dalam menyebarkan ajaran agama dan pendidikan Islam di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ketua DMI Kabupaten Bone juga mengajak seluruh imam masjid, guru mengaji, dan pihak terkait untuk aktif berpartisipasi dalam mewujudkan solusi ini. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan bahwa upaya ini dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan imam-imam masjid dan guru mengaji di Kabupaten Bone.

spot_img

Headline

Populer