24 C
Makassar
Senin, Januari 30, 2023
BerandaHukrimPUKAT Minta Sistem Keamanan LPKA Kelas II Maros Maros Dievaluasi

PUKAT Minta Sistem Keamanan LPKA Kelas II Maros Maros Dievaluasi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Lembaga Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulsel mengevaluasi kinerja dan sistem penjagaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros.

Di mana di LPKA Kelas II Maros tersebut kerap terjadi peristiwa kaburnya narapidana (napi).

Diketahui, tiga orang narapidana (napi) dikabarkan kabur dari sel Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros, Sulsel sejak Minggu 11 Desember 2022 sekitar pukul 06.00 Wita.

BACA JUGA :  Pukat Harap Tersangka Bansos Covid Makassar Segara Diumumkan

Ketiga napi yang berhasil kabur tersebut masing-masing inisial AST (18) terpidana kasus tindak pidana perlindungan anak, YU (17) juga terpidana kasus tindak pidana perlindungan anak serta SA (17) terpidana kasus tindak pidana pencurian.

“Ada sistem yang diduga tidak beres di sana, perlu ada evaluasi besaran-besaran di sana, kok selalu terjadi ada napi kabur di sana,” ucap Direktur PUKAT Sulsel, Farid Mamma via telepon, Senin (12/12/2022).

Ia juga berharap Kanwil Kemenkumham Sulsel bertindak tegas dengan memberikan sanksi keras atas dugaan kelalaian yang dilakukan oleh jajarannya di LPKA Kelas II Maros.

BACA JUGA :  Pukat Harap Tersangka Bansos Covid Makassar Segara Diumumkan

“Copot Kalapas dan KPLP nya karena tidak dapat menjalankan amanah Undang-undang dengan baik dan maksimal. Kejadian napi kabur di sana terus berulang dan hingga saat ini semuanya belum ada yang berhasil ditangkap kembali,” terang Farid.

Ia berharap kaburnya napi di LPKA Kelas II Maros tersebut, betul dikarenakan dugaan kelalaian semata. Bukan karena ada dugaan unsur kesengajaan. Apalagi, kata Farid, melihat momen menjelang pergantian tahun.

“Yah semoga saja. Itupun kalau memang disebabkan karena kelalaian, juga harus tetap diberi sanksi tegas. Terutama pimpinannya dalam hal ini Kalapas dan KPLP yang diduga tidak becus dalam mengawasi petugasnya,” ujar Farid.

spot_img

Headline

Populer