32 C
Makassar
Minggu, Mei 29, 2022
BerandaMetropolisRudy: Banjir Makassar Dampak Pembangunan Puluhan Tahun Lalu

Rudy: Banjir Makassar Dampak Pembangunan Puluhan Tahun Lalu

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, angkat bicara terkait banjir yang menyerang sejumlah titik di kota Anging Mammiri.

Belakangan ini, intensitas hujan memang cenderung tinggi di kota Makassar dan menyebabkan sejumlah wilayah tergenang. Sehingga, potensi banjir sulit untuk dihindari.

Menanggapi hal ini, Rudy menilai banjir yang terjadi merupakan bagian dari dampak buruknya mitigasi lingkungan. Proses pembangunan beberapa tahun lalu dinilai turut memberi andil terjadinya banjir di Makassar.

“Ini tidak lain adalah berubahnya sistem keseimbangan alam itu sendiri. Kita tahu banjir yang ada saat ini tidak disebabkan oleh ulah kemarin, bukan disebabkan oleh bulan lalu, atau tahun lalu,” ujar Rudy, Senin (18/1/2021).

“Banjir yang terjadi di Makassar merupakan rentetan akumulasi dari penyabab kecil yang tidak tidak disadari. Mungkin 15 atau 10 tahun lalu,” lanjutnya.

Lebih jauh Rudy mengatakan, salah satu penyebab paling nyata tetjadinya banjir adalah berdirinya bangunan di daerah genangan air.

“Pada saat dibangun rumah pertama mungkin tidak apa-apa. Pada saat kita sudah bermukim kita membuang sampah, pada saat kita membuang tidak banjir memang tapi akumulasi semua itu,” jelasnya.

Akibat dari semua itu, jika curah hujan tinggi melanda kota Makassar, maka genangan air yang bisa memicu banjir dalam waktu yang sangat cepat.

“Ini terjadi bahwa air yang masuk sudah tidak sebanding dengan air yang keluar. Kenapa? Karena air keluar ada dua, menyerap ke tanah dan mengalir ke laut atau ke sungai,” jelasnya.

“Nah serapannya sudah kecil saluran keluarnya juga mengecil. Air banyak yang masuk pastimi menumpuk. Itulah genangan dan banjir,” tutup Rudy.

BACA JUGA :  UPTD Makassr Akui Peningkatan Pajak 26 Persen
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3