29 C
Makassar
Sunday, June 16, 2024
HomeMetropolisTekan HIV AIDS di Sulsel, KPAP Intens Rapat Koordinasi

Tekan HIV AIDS di Sulsel, KPAP Intens Rapat Koordinasi

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELSKPRES.COM – Tim Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Selatan terus berupaya menghadirkan inovasi dan gagasan-gagasan dalam penanggalan HIV AIDS di Sulsel.

Hal itu tidak terlepas dari arahan dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Ketua KPAP Sulawesi Selatan dalam menekan angka HIV AIDS di Sulsel. Baik dalam penanganan fisik, mental dan iman.

Sekertaris KPAP Sulawesi Selatan, Muharram Sahude, mengungkapkan, bahwa KPAP Sulsel intens melakukan rapat koordinasi dalam upaya pengendalian HIV AIDS di Sulsel.

“Koordinasi ini sebagai bentuk sinergitas bersama guna melakukan terobosan serta inovasi dalam upaya penanggulangan AIDS khususnya di Sulsel,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Selain itu, kata Muharram, Tim KPAP Sulsel juga mulai intens membangun sinergitas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sinergitas ini dilakukan sebagai upaya dalam merancang terobosan kedepannya sehingga terwujud sebuah realistik plan dengan target terukur dan terkesekusi dengan kinerja yang lebih baik,” tegasnya.

Muharram mengaku telah menggelar rapat koordinasi dengan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulsel Iqbal Najamuddin selaku Wakil Ketua Pelaksana 2 pada Selasa 22 Maret 2022.

Selanjutnya pada Rabu 23 Maret rapat koordinasi dilakukan dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan selaku Wakil Sekretaris Tim KPAP Sulsel Husni Thamrin, pada Rabu 23 Maret.

Diharapkan kedeapn akan terbentuk inovasi dan terobosan terhadap upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan HIV AIDS di Sulsel.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, “KPAP Sulsel diharapkam mampu berperang dalam menekan kejadian HIV/Aids di sulsel dengan melalukan pemberdayaan masyarakat dan mengedukasi masyarakat untuk menghidari perilaku berisiko, memutus penularan dan ketekunan minum obat bagi penderita,” jelasnya.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img