28 C
Makassar
Senin, Februari 6, 2023
- Advertisement -

Penanganan untuk Mengatasi Auto Brewery Syndrome

SULSELEKSPRES.COM – Auto-brewery syndrome atau sindrom fermentasi usus adalah kondisi langka di mana jamur di usus dengan cepat mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Pengidap kondisi ini akan memiliki kadar alkohol tinggi dalam darahnya tanpa mengonsumsi alkohol.

Sindrom ini bisa sangat sulit untuk didiagnosis dan mungkin juga disalahartikan sebagai kondisi lain. Jamur Saccharomyces cerevisiae adalah jamur yang memicu terjadinya auto-brewery syndrome. Jamur ini biasanya tidak berbahaya, tetapi jika berkembang terlalu banyak dalam saluran pencernaan dapat menjadi masalah.

Penyebab Auto-Brewery Syndrome

Orang dewasa dan anak-anak dapat mengalami sindrom ini. Terkadang sindrom ini bisa menjadi komplikasi dari penyakit lain seperti ketidakseimbangan atau infeksi dalam tubuh.

Selain itu, sindrom ini bukan penyakit genetik. Kondisi ini bisa jadi dipicu oleh kesehatan bawaan saat lahir. Misalnya, pada orang dewasa, terlalu banyak ragi dalam usus mungkin disebabkan oleh penyakit Crohn yang pada akhirnya memicu auto-brewery syndrome.

Kemudian, pada beberapa orang dengan masalah hati juga memicu terjadinya sindrom ini. Penyebabnya, hati tidak dapat membersihkan alkohol dengan cepat. Akibatnya, sejumlah kecil alkohol yang dibuat oleh ragi usus menyebabkan gejala sindrom Auto-Brewery.

Cara Mengatasi Auto-Brewery Sindrom

Meski kondisinya sangat langka, sindrom ini dapat diobati. Dokter dapat merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat.

Selain itu, ada beberapa penanganan yang mungkin perlu dilakukan, antara lain:

1. Mengonsumsi Obat Anti Jamur

Dokter dapat meresepkan beberapa obat antijamur. Obat ini bekerja untuk menghilangkan infeksi jamur yang mungkin menyebabkan masalah pada usus. Kamu dapat minum obat selama tiga minggu atau lebih.

Beberapa obat antijamur dan obat lain untuk membantu mengobati auto-brewery syndrome, antara lain:

Flukonazol.

Nistatin.

Kemoterapi antijamur oral.

Tablet asidofilus.

2. Menerapkan Program Diet Khusus

Kamu harus melakukan perubahan nutrisi untuk membantu mengobati sindrom pembuatan bir otomatis sembari mengonsumsi obat antifungal. Cara ini termasuk membatasi asupan karbohidrat.

Selain itu, kamu dianjurkan untuk membatasi makanan yang bergula dan minuman beralkohol. Diet harian dapat membantu mencegah sindrom ini. Diet rendah karbohidrat juga dapat membantu menyeimbangkan jamur di usus.

3. Hindari Makanan Manis

Hindari makanan manis dan karbohidrat sederhana adalah salah satu

pencegahan sindrom ini. Makanan manis dan karbohidrat sederhana yang harus dihindari, seperti:

Sirup jagung.

Sirup jagung fruktosa tinggi.

Roti putih dan pasta.

Nasi putih.

Tepung putih.

Keripik kentang.

Biskuit.

Minuman manis.

Jus buah.

Kamu juga sebaiknya menghindari  gula tambahan yang biasanya ditambahkan pada makanan, seperti:

Glukosa.

Fruktosa.

Dekstrosa.

Maltosa.

Levulosa.

4. Makan Banyak Karbohidrat Kompleks yang Berserat

Alih-alih mengonsumsi makanan berkarbohidrat sederhana, pengidap auto-brewery syndrome akan sangat baik jika mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat.

Beberapa makanan ini antara lain:

Roti gandum dan pasta.

Beras merah.

Sayuran segar dan matang.

Buah segar, beku, dan kering.

Herbal segar dan kering.

Gandum.

Kacang-kacangan.

Biji gandum.

Couscous.

Merasa berdengung atau mabuk tanpa mengonsumsi alkohol mungkin tidak terdengar seperti masalah kesehatan yang serius. Namun, itu dapat memengaruhi kesejahteraan, keamanan, hubungan, dan pekerjaan seseorang.

Segera cari bantuan medis karena sindrom ini  bisa menjadi tanda kondisi mendasar gangguan kesehatan lain yang tidak terkendali.

Sumber: halodoc.com

spot_img

Headline

Populer