22 C
Makassar
Thursday, June 20, 2024
HomeEkbisDewan Makassar Minta Pengusaha Taat Protap Covid-19

Dewan Makassar Minta Pengusaha Taat Protap Covid-19

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM Ketua Komisi D (Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat) DPRD kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, meminta kepada seluruh pengusaha agar tidak main-main dengan penerapan protokol kesehatan.

Sebab, di masa pandemi seperti ini, tempat-tempat usaha, khususnya untuk usaha yang sifatnya ketap menjadi titik kumpul seperti cafe, Tempat Hiburan Malam, Hotel, Mall, dan tempat serupa, berpotensi menjadi klaster baru.

“Jangan main main para pengusaha, kalau tidak terapkan protokol kesehatan, tutup permanen! Seluruh sektor Parawisata juga yang bekerja di tahun baru. Silakan menggerakkan ekonomi, tapi berikan batasan,” buka Wahab, Selasa (29/12/2020).

“Apabila ada pelanggaran Prokes, kita sarankan Pemkot tutup permanen saja. Supaya bisa jadi efek jera untuk mereka” tegas Wahab.

Lebih jauh Wahab mengatakan, ia tidak memungkiri bahwa adanya pembatasan pada sejumlah sektor, khususnya sektor usaha, bisa berpeluang pada penurunan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, kesehatan tetap menjadi prioritas.

Hal itulah yang melatarbelakangi operasional cafe, resto, mal hingga warung kopi, hanya boleh berlangaung sampai pukul 19.00 WITA saja. Mengingat, kasus Covid-19 semakin meningkat dalam sepekan terakhir di Kota Makassar.

“Kita juga berharap tidak ada klaster akhir tahun. Oleh karena itu, kepada Pemkot Makassar secara ketat berlakukan prokes di tempat hiburan, karena interaksi banyak di tempat hiburan.”

“Kedua, Pemkot Makassar menghimbau kepada masyarakat membuat kegiatan yang melibatkan banyak orang. Bisa saja tapi jaga jarak,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso

Sementara wakil ketua Komisi B (Bidang Ekonomi) DPRD kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai di jam tersebut kerap dipadati pengunjung, khususnya mal dan pasar.

Meskipun demikian, legislator PKS itu meminta agar protokol kesehatan harus diterapkan, agar pertumbuhan ekonomi bisa selaras dengan penanganan Covid-19.

“Meski telah ada imbauan sebelumnya dari pemerintah kota (Pemkot), event seperti ini tetap harus dijaga ketat, untuk memastikan area belanja tidak menjadi klaster baru,” ujarnya.

Dua lokasi tersebut, menurut Andi Hadi, dinilai sangat rawan jadi tempat penularan karena banyaknya interaksi yang terjadi di sana.

“Terlebih belakangan kasus Covid-19 mulai kembali merangkak naik. Jangan sampai, ledakan kasus kian bertambah parah memasuki tahun 2021,” lanjutnya.

Dengan begitu, Hadi menghimbau hal-hal tersebut harus diantisipasi lebih awal oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Apalagi saudara kita Nasrani ini pasti merayakan, mereka datang ke tempat belanja untuk kebutuhan mereka,” tutupnya.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img