25 C
Makassar
Senin, Juni 27, 2022
BerandaMetropolisDisaksikan JK, PMI Makassar Taken MoU dengan Politeknik Akbara Surakarta Bakal Bangun...

Disaksikan JK, PMI Makassar Taken MoU dengan Politeknik Akbara Surakarta Bakal Bangun Perguruan Tinggi

- Advertisement -

JAKARTA, SULSELEKSPRES.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) kota Makassar bakal mendirikan perguruan tinggi swasta. Pembentukan Perguruan tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya para relawan PMI di Indonesia Timur.

Dalam rangka menggalakkan gerakan sosial ke masyarakat di Dapilnya, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Muhammad Rapsel Ali membagikan paket sembako gratis kepada warga yang ada di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Jeneponto dan Selayar/Ist

Untuk membantu proses pembentukan Perguruan Tinggi ini, PMI Kota Makassar juga menggandeng Politeknik Akbara Surakarta, sebagai Perguruan Tinggi yang sudah terlebih dahulu berdiri.

Penandatanganan nota kesepemahaman itu sendiri disaksikan langsung oleh Ketua PMI Pusat M Jusuf Kalla di Markas PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (26/4/2022).

Jusuf Kalla dalam sambutannya menyebut kerjasama ini diharapkan mampu untuk meningkatkan sumber daya manusia di PMI, khususnya di Indonesia Timur.

Olehnya ia pun mengapresiasi kerjasama antara PMI Kota Makassar dengan Politeknik Akbara Surakarta ini.

“Dengan aturan-aturan yang ada, kita memang harus memiliki standarisasi pendidikan yang baik. Olehkarena itu saya berharap kerjasama yang saling memberikan kebaikan,” ucap JK pada kegiatan tersebut.

Senada dengan itu, Ketua PMI kota Makassar, Syamsu Rizal MI berujar ide gagasan untuk membuat Perguruan tinggin ini sudah sejak lama. Namun, baru dapat terealisasi saat ini.

“Sebenarnya ini sudah kami inisiasi dari setahun yang sebelumnya untuk memastikan akselesasi peningkatan SDM petugas kemanusiaan PMI itu dapat meningkat,” ucap Deng Ical saapan akrabnya.

Deng Ical menyebut saat ini di Indonesia Timur masih belum ada lembaga atau perguran tinggi untuk para relawan kemanusiaan. Relawan dari Indonesia Timur jika ingin melanjutkan pendidikan harus dikirim ke Jawa untuk belajar.

“Olehnya kita buatlah perguruan tinggi ini, diharapkan berdirinya Perguruan tinggi ini dapat memfasilitasi seluruh unit dari PMI ini untuk mempercepat dan mudah-mudahan selama 4 tahun semua bank darah dan unit dibawah PMI kota Makassar sudah memiliki kualifikasi minimal D3,” ucap Ical.

Sementara itu, Direktur Politeknik Akbara Surakarta, dr Titis Wahyono menyebut pemilihan PMI Kota Makassar untuk kerjasama pendirian perguruan tinggi ini dikarenakan Makassar merupakan pintu masuk di Indonesia Timur.

Selain itu, keduanya memiliki visi dan misi yang sama, segingga kolaborasi ini dapat terjalin.

“Makassar yang merupakan pusat wilayah di Indonesia Timur akan makin berkembang dan mengembangkan kualitas SDM di Indonesia timur, khususnya di PMI. Orangnya yang sangat progresif, saya kira kita punya visi yang sama,” pungkasnya.

spot_img
spot_img

Headline