32 C
Makassar
Minggu, Mei 29, 2022
BerandaHealthHal yang Perlu Diperhatikan Hadapi Potensi COVID-19 Second Wave

Hal yang Perlu Diperhatikan Hadapi Potensi COVID-19 Second Wave

- Advertisement -

 

SULSELEKSPRES.COM – Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi potensi COVID-19 second wave, yaitu:

1. Hindari Bepergian, Patuhi Prokes

Mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan ketat adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Dengan begitu, ancaman gelombang kedua COVID-19 pun bisa diredam. Oleh sebab itu, jangan merasa bosan, jenuh, atau lelah untuk selalu menerapkan prokes demi mencegah penularan COVID-19.

Prokes yang direkomendasikan pemerintah dikenal dengan sebutan 5M, yaitu:

Mencuci tangan.
Menggunakan masker.
Menjaga jarak.
Menjauhi kerumunan.
Mengurangi mobilitas
Nah, mengingat adanya potensi gelombang kedua COVID-19, cobalah untuk mengurangi mobilitas harian. Semakin sering kamu berada di luar rumah, apalagi di tempat ramai, maka semakin besar pula risiko terpapar virus corona.

2. Jangan Tunda Vaksinasi

Adanya potensi gelombang kedua COVID-19 di Jakarta dan beberapa kota lainnya, diduga berkaitan dengan adanya varian baru virus corona yang jauh lebih menular dari pendahulunya.

Sebut saja varian baru delta atau atau varian b.1.617.2 (disebut sebagai varian “India”). Kabar baiknya, menurut sejumlah penelitian vaksin COVID-19 terbukti memberikan perlindungan terhadap varian tersebut.

Mengutip Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Kartikasari Broto Asmoro, data terbaru dari Public Health England (PHE) menyatakan dua dosis vaksin COVID-19 Astrazeneca 92 persen efektif mencegah rawat inap yang disebabkan varian delta. Hasil penelitian juga mengatakan bahwa tidak menunjukkan adanya kematian di antara mereka yang divaksinasi.

Di samping itu, vaksin juga menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi terhadap Varian Alpha atau b.1.1.7 (sebelumnya disebut varian ‘kent’ Inggris) dengan menurunkan 86 persen rawat inap, dan tidak ada kematian yang dilaporkan.

Nah, bagi dirimu atau terdapat anggota keluarga yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan vaksinasi COVID-19, segeralah lakukan langkah preventif tersebut.

Tujuannya jelas meminimalkan risiko terjangkit virus corona, mengurangi gejala kesakitan, dan risiko kematian. Tuh, sungguh penting bukan peran dari vaksinasi?

3. Ingatlah Faskes Semakin Menipis

Adanya indikasi dan potensi gelombang kedua COVID-19, bisa membuat fasilitas kesehatan (faskes) makin dipenuhi pasien COVID-19. Mau tahu kondisi apa yang sangat mengerikan di tengah pandemi COVID-19? Penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya ketika semua orang tertular secara bersamaan, sehingga membanjiri fasilitas kesehatan (faskes).

Lonjakan kasus yang parah ini bisa menghasilkan kematian yang seharusnya bisa dihindari. Pakar di luar sana menyebutnya sebagai avoidable deaths. Hal ini yang terjadi di Korea Selatan, Iran, dan Italia pada tahun lalu.

Semula hanya 100 kasus, tetapi bertambah 5.000 dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Kebanyakan pasien COVID-19 meninggal dunia karena tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Bagaimana dengan di Indonesia, contohnya wilayah DKI Jakarta? Menurut Gubernur DKI Jakarta, kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan COVID-19 mulai menipis. “Kita tahu sekarang kapasitas di rumah sakit sudah makin terbatas. Jangan sampai tertular,” ujarnya.

4. Kenali Gejala Baru
Gelombang kedua COVID-19 di negara India juga memunculkan gejala baru pada pengidapnya. Gejala varian Delta bukan lagi menyoal sesak napas, pilek, demam, atau anosmia. Virus jenis ini juga bisa memunculkan gejala, seperti:

Gangguan pendengaran.
Mulut kering.
Infeksi saluran pencernaan.
Konjungtivitis (mata merah)
Lemah dan lesu yang ekstrem.
Ruam kulit.
Diare.
Sakit kepala.

Nah, dengan mengenali gejala baru dari varian Delta, kamu bisa mengidentifikasi infeksi virus corona dengan segera. Dengan begitu, kamu bisa mendapat perawatan lebih cepat dan tepat, serta mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya.

 

Selain itu, kamu bisa membeli suplemen atau vitamin untuk meningkatkan sistem imun menggunakan aplikasi Halodoc. Ingat, sistem imun yang prima amat dibutuhkan di tengah pandemi COVID-19.
Sumber: hellosehat.com

spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3