24 C
Makassar
Wednesday, June 26, 2024
HomeHealthHindari Dehidrasi, Ternyata Bisa Berakibat Fatal

Hindari Dehidrasi, Ternyata Bisa Berakibat Fatal

- Advertisement -

SULSELESKSPRES.COM – Dehidrasi atau menurunnya keseimbangan cairan dalam tubuh manusia, merupakan hal yang bisa berakibat fatal, seperti kematian.

Tubuh kita membutuhkan cairan seimbang, sebab 80% tubuh kita terdiri dari cairan. Jika mengalami dehidrasi, otomatis, tubuh tidak bisa menjalankan fungsi normal tubuh.

Dehidrasi biasanya rentan terjadi pada anak- anak, dan orang lanjut usia (lansia), namun tidak menutup kemungkinan pada orang usia produktif yang banyak mengeluarkan cairan saat beraktivitas, namun tidak segera menggantinya.

Pada anak-anak, biasanya dehidrasi disebabkan oleh diare berat dan muntah-muntah. Sedangkan pada dasarnya lansia memiliki jumlah cairan yang lebih sedikit sehingga lebih rentan mengalami dehidrasi.

Beberapa penyakit tertentu juga dapat menyebabkan kondisi dehidrasi seperti diabetes melitus, penyakit yang ringan seperti infeksi paru, dan luka bakar.
Yang terjadi pada tubuh saat dehidrasi

Keseimbangan cairan negatif yang menyebabkan dehidrasi terjadi karena kurangnya asupan cairan, meningkatnya pengeluaran cairan (baik oleh karena diare, keringat, atau urine), serta berpindahnya cairan dalam tubuh (pengumpulan cairan di dalam rongga perut atau rongga paru). Berkurangnya jumlah total cairan tubuh (total body water) menyebabkan berkurangnya volume cairan di dalam sel tubuh dan di pembuluh darah.

Gejala-gejala bahaya dehidrasi akan muncul ketika jumlah cairan di dalam pembuluh darah semakin berkurang sehingga menyebabkan syok hipovolemik dan berakhir pada gagal organ dan kematian. Ketika terjadi syok, aliran darah menuju ke organ akan berkurang sehingga sel-sel tubuh kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, organ-organ tubuh menjadi mati.

Ginjal dan otak merupakan contoh organ yang paling sering mengalami gangguan ketika seseorang mengalami dehidrasi yang berat.

Dehidrasi dapat menyebabkan gagal ginjal akut yang apabila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kerusakan ginjal berat dan berakhir pada gagal ginjal kronis yang membutuhkan cuci darah setiap minggu.

Ketika dehidrasi menyebabkan kerusakan pada otak, pasien akan mengalami penurunan kesadaran dan kerusakan otak permanen.

Selain itu, keseimbangan elektrolit dapat terganggu ketika terjadi dehidrasi. Bisa terjadi kekurangan atau bahkan kelebihan elektrolit, tergantung dari penyebab dehidrasi. Gangguan keseimbangan elektrolit ini dapat menyebabkan gangguan saraf seperti kejang.

Tanda dan gejala dehidrasi

Orang yang mengalami dehidrasi biasanya akan merasakan rasa haus yang berat, mulut kering, kencing semakin jarang dan warna kencing berwarna cokelat tua dan pekat, serta muncul rasa lemas luar biasa dan pusing.

Pada kondisi yang berat dapat menyebabkan pasien mengalami disorientasi alias linglung, mata menjadi cekung, kulit kering, demam, tekanan darah menurun, laju nadi meningkat, hingga mengalami penurunan kesadaran.

Cara mencegah bahaya dehidrasi

Pencegahan merupakan hal paling penting untuk dehidrasi. Perhatikan langkah-langkah pencegahan berikut ini, ya.

– Dengan minum dan makan makanan yang banyak mengandung air seperti buah dan sayur seharusnya cukup untuk mencegah dehidrasi pada sebagian besar orang.

– Untuk orang-orang yang melakukan aktivitas di cuaca yang sangat panas atau berolahraga harus lebih berhati-hati. Selalu ingat untuk mengembalikan cairan yang hilang dengan minum. Sediakan selalu air minum yang cukup.

– Untuk anak-anak dan orang tua, karena mereka sangat berisiko mengalami dehidrasi maka harus diperhatikan dengan baik apakah asupan cairan mereka mencukupi atau tidak.

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img