28 C
Makassar
Sunday, May 19, 2024
HomePolitikInisiasi Program NasDem Mendengar, RMS Sebut Tak Ingin Jumawa Meski jadi Pemenang...

Inisiasi Program NasDem Mendengar, RMS Sebut Tak Ingin Jumawa Meski jadi Pemenang di Sulsel

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS) kembali menginisiasi sebuah gerakan baru sebagai partai politik modern, setelah sukses dengan NasDem Peduli, kali ini hadir program NasDem Mendengar.

RMS bercerita bahwa partainya sebagai pemenang Pemilu 2024 tak ingin jumawa dan terlena dengan kemenangan tersebut, masih ada agenda politik terdekat yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Kita di NasDem Sulsel memulai gaya baru, yakni NasDem Mendengar. Kenapa ini dilakukan, karena kami semua hanya pekerja lapangan, maka kami butuh saran orang pintar terutama akademisi atau pun pengamat, kami semua butuh wejangan,” ujar RMS di Kantor DPW NasDem Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (15/4/2024) malam.

Anggota DPR RI asal Sulsel ini menyampaikan bahwa meski partainya memenangkan Pileg, pihaknya membuka diri terhadap kritik maupun saran yang bisa jadi bahan bagi pihaknya untuk tepat memutuskan calon usungan di Pilkada mendatang.

“Inilah gunanya program NasDem Mendengar, kami semua ini ingin mendengar meski semua tahu bahwa kita jagoan di lapangan, tetapi kita ingin memadukan antara aksi di lapangan dan masukan akademisi,” jelas eks Bupati Sidrap dua periode itu.

NasDem, kata RMS punya tanggung jawab moral dan tidak ingin tergesa-gesa dalam penentuan usungan di Pilkada, meski diketahui partainya menjadi pemenang di sejumlah kabupaten dan kota terutama di provinsi.

“NasDem tidak ingin salah mengusung orang di Pilkada yang akan datang, maka NasDem mendengar ini kita laksanakan. Kalau hanya kepentingan tertentu, saya tidak mau, kita juga mau mengutamakan keinginan masyarakat, seperti apa pemimpin yang diinginkan,” katanya.

Untuk diketahui, NasDem Mendengar ini pertama di gelar dengan menghadirkan lintas akademisi diantaranya Prof Dr Firdaus Muhammad dari UIN Alauddin Makassar, Andi Luhur Priyanto Unismuh dan Andi Ali Armunanto pengamat politik Unhas.

spot_img

Headline

Populer

spot_img