24 C
Makassar
Monday, May 27, 2024
HomeHeadlineMahasiswa Minta Gubernur Jatim Datang di Papua Minta Maaf Langsung

Mahasiswa Minta Gubernur Jatim Datang di Papua Minta Maaf Langsung

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Permintaan maaf Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa melalui media sosial soal insiden yang terjadi di Kota Malang dan Surabaya dinilai belum cukup.

Khofifah diminta datang langsung ke Papua untuk meminta maaf. Hal ini disampaikan Ketua umum Ikatan Mahasiswa Asal Fakfak Kota Makassar, Rano K. Patiran saat deklarasi damai bersama OKP, Ormas Islam, yang dihadiri Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Kapolrestabes Makassar Dwi Ariwibowo dan Pihak Kodim Makassar, Hotel Claro, Makassar, Kamis 22 Agustus 2019.

BACA: Mahasiswa Papua di Makassar Sayangkan Gubernur Jatim Minta Maaf Lewat Sosmed

“Terkait permohonan maaf dari Gubernur Jawa Timur di Sosmed saya pikir itu hal yang sepele, kenapa harus lewat sosmed siapapun bisa mengumbar kata maaf hanya lewat sosmed yang kami minta Gubernur Jatim segera ke Papua untuk meminta maaf secara langsung dengan bertatap muka,” kata Rano.

Selain itu, Ia juga meminta Presiden Jokowi segera mengunjungi secara langsung masyarakat pasca kerusuhan yang meluas di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat.

BACA: Pj Walikota Beri Garansi Keamanan Warga Papua di Makassar

BACA: Mahasiswa Papua Disebut Monyet, Pendeta Nesye Esina Fouw: Jangan Balas dengan Kejahatan

BACA: Gubernur Sulsel Minta Maaf dan Janji Perbaiki Asrama Papua

“Harapan kami mahasiswa Papua yang tersebar di Indonesia ini berharap kepada Bapak Joko Widodo presiden RI segera untuk ke Papua dan selesai persoalan-persoalan yang ada di Papua. Jika tidak maka persoalan ini akan terus berjalan dan berlangsung sampai kapanpun,” harapnya.

Ia menjelaskan kehadiran Jokowi sangat penting karena isu yang berkembang bukan penghinaan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya saja. Namun sudah melebar ke isu pro kemerdekaan Papua.

“Karena anggapan masyarakat atas persoalan yang terjadi di Papua ini sudah meluas dan melebar bukan lagi persoalan penghinaan tapi sudah sampai ke isu pro kemerdekaan Papua,” pungkasnya.(*)

spot_img

Headline

Populer

spot_img