25 C
Makassar
Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaHeadlineMakam Berusia 26 Tahun Dipaksa Pindah Gegara Beda Dukungan Caleg

Makam Berusia 26 Tahun Dipaksa Pindah Gegara Beda Dukungan Caleg

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Makam berusia 26 tahun di Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dipindahkan keluarga lantaran beda pilihan atau dukungan soal calon legislatif.

Pemilik tanah kuburan sebenarnya masih punya ikatan keluarga dengan almarhum, meminta keluarga memindahkan dua makam tersebut.

Makam yang dipindah ini adalah kuburan almarhum Masri Dunggio yang sudah dikubur 26 tahun lamanya. Kemudian adapula makam dari almarhumah Sitti Aisya Hamzah yang baru dikubur setahun lalu.

Kedua makam ini berada dihalaman belakang milik warga bernama Awono. Pemindahan kuburan itu dilakukan hari ini, Sabtu (12/1/2019).

“Awano itu bukan orang NasDem, yang saya tahu Awono itu secara kekerabatan saudara ipar yang mencalonkan diri calon anggota DPRD Bone Bolango. Jadi hubungan dengan partai itu tidak tahu. Dia pernah berkata, ‘Kamu kalau tidak pilih Nani atau Iriani itu kuburan pindah dan ini saya pagar (jalan).’ Nani itu dari NasDem,” kata Abdusalam Polontolo, keluarga pemilik kubur yang dipindahkan dilansir dari Detikcom.

Baca: Akibat Tambang Pasir CPI, Pemakaman di Galesong Terancam Hilang

Dia menjelaskan, perbedaan pilihan yang memicu pemindahan kuburan ini sudah pernah dimediasi oleh pihak kepala desa. Tetapi tidak ada titik temu dan keluarga pemilik kubur merasa sudah tidak dihargai.

“Kami sudah diundang ke kantor kepala desa untuk mediasi. Tapi kakak saya sudah telanjur luka, kakak saya seorang janda dan sempat dimaki-maki,” lanjut Abdusalam.

Proses pemindahan 2 kubur ini diwarnai isak tangis keluarga. Pihak keluarga mengaku tidak tega melihat 2 kuburan ini dipindahkan.

Proses pembongkaran kuburan hingga ke pemindahan berlangsung hampir 2 jam. Lokasi kuburan yang baru tidak jauh dari kuburan semula.

“Pemicunya itu bahasa ‘kalau kamu tidak pilih, ada yang mati tidak bisa dikuburkan di sini. Itu kuburan Masri harus dipindah’. Padahal yang punya lahan kubur masih sepupu dengan almarhum,” ujarnya lagi.

Baca: Prabowo Usulkan Pemindahan, TNI Ogah Pindahkan Makam Diponegoro

Masih dilansir dari Detikcom, Kepala Desa Toto Selatan Taufik Baladraf menyatakan permasalahan ini muncul sekitar Desember 2018. Pihak keluarga yang bersengketa atau bermasalah sudah diundang untuk mediasi.

BACA JUGA :  Selain Vanessa, 5 Artis Ini Juga Disebut Terlibat Prostitusi Online

“Kami undang semuanya bahkan kami undang pihak Bhabinkamtibmas dari Polsek Kabila. Semua sampaikan unek-unek tapi karena sudah telanjur emosi, yang satu bilang kalau katanya kemarin itu emosi, kalau mau pindah boleh kalau tidak ya tidak masalah. Tapi ibu pemilik kuburan tetap memilih pindah tapi harus diberi waktu,” jelas Taufik.

“Tapi saat itu sudah saya tegaskan hak pilih itu hak semua orang dan tidak bisa dipaksakan. Hubungan keluarga pemilik lahan dan yang kubur dipindahkan adalah bagus, tetapi karena ada ini (pileg),” pungkas Taufik.

(*)
BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.230,8
EUR
16.574,3
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.428,8
SGD
10.556,7