24 C
Makassar
Rabu, Februari 8, 2023
BerandaHealthMengenal Stoikisme dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Mengenal Stoikisme dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Stoikisme atau stoisisme berasal dari kata stoikos, bahasa Yunani yang berarti stoa (serambi atau beranda). Filosofi ini pertama kali muncul pada wilayah Athena, Yunani pada awal abad ke-3 Sebelum Masehi oleh Zeno. Namun, baru populer setelah Epictetus mempraktikkannya.

Filosofi ini mengajarkan bahwa setiap manusia haruslah tidak bergantung pada hasrat, tidak terpengaruh oleh kesedihan maupun sukacita, dan tidak mengeluh untuk semua kondisi yang sebenarnya tidak bisa kamu hindari.

Selain itu, filosofi stoisisme juga menyebutkan bahwa kebajikan merupakan suatu kebahagiaan dan nilai kehidupan yang berdasarkan pada perilaku, bukan sebatas kata.

Memahami Konsep Kebahagian dari Filosofi Stoikisme

Sesuai dengan konsep stoikisme, cara paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk mendapat kebahagiaan yaitu berdasar pada prinsip berikut:

Mampu melihat diri sendiri, dunia, dan manusia lainnya secara objektif. Selain itu, dapat menerima sifat yang ada pada setiap manusia apa adanya.

Mampu mengendalikan diri secara disiplin dari semua keinginan untuk merasa bahagia atau ketakutan terhadap semua rasa sakit dan masalah.

Memahami dengan baik perbedaan yang menjadi kelemahan dan kekuatan.

Filosofi ini sederhananya meminta kamu memiliki tanggung jawab untuk suatu hal. Konsepnya menganggap bahwa semua rasa sakit dan penderitaan yang kamu alami terjadi karena dirimu sendiri.

Sebenarnya, kamu bisa menentukan apa yang ingin kamu rasakan, baik itu rasa senang atau sedih. Selain itu, setiap manusia juga sebaiknya melihat apa yang bisa kamu kendalikan dan memahami bahwa tetap ada hal-hal yang berada di luar kendalimu.

Sebab, tak sedikit orang yang akhirnya tidak mendapatkan atau merasakan bahagia. Sebab, mereka mencoba untuk terus mengendalikan semua hal yang justru tidak bisa mereka kendalikan.

Ini sering menjadikan manusia tidak berguna, tidak berdaya, dan penuh amarah. Jadi, konsep kebahagiaan berdasarkan filosofi stoikisme adalah menaruh perasaan bahagia untuk hal yang memang dapat kamu kontrol. Ketika berhasil fokus pada hal tersebut, sebagai manusia kamu akan merasa lebih efektif, berguna, berdaya, dan mampu memecahkan masalah dengan lebih mudah.

Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Menerapkan filosofi stoisisme sebenarnya memiliki manfaat untuk kesehatan mental, antara lain:

Membuat kamu mengetahui apa yang bisa kamu kendalikan dan tidak. Jadi, kamu tidak memaksakan diri untuk mengendalikan semua hal yang sebenarnya tidak bisa kamu lakukan.

Mengurangi kecemasan dan stres. Mengetahui semua batasan, kendali, dan sikap yang bisa kamu ambil, filosofi ini dapat membantu mengurangi rasa cemas dan stres karena berbagai hal yang tidak bisa kamu kontrol.

Hidup pada masa sekarang. Kamu akan lebih berfokus pada hari ini dan apa yang ingin kamu capai. Selain itu, kamu juga tidak terlalu cemas akan apa yang terjadi pada masa depan yang memang belum tentu terjadi, dan tidak terlalu lama terdiam dan berada pada masa lalu.

Menerima kondisi. Jika kamu percaya bahwa hidup tidak bekerja melawan kamu tetapi untuk dirimu, jika pada dasarnya kamu menginginkan apa yang kamu dapatkan daripada terus-menerus melawannya, hidup pastinya akan penuh dengan peluang. Masalah menjadi pelajaran potensial yang akhirnya dapat membantu menyadari apa yang kamu butuhkan, mencapai potensi, menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih lancar.

Jadi, stoikisme lebih berfokus pada penerimaan diri dan mengendalikan apa yang memang berada pada kendali. Seperti sakit yang tidak bisa kamu kendalikan, kamu hanya bisa melakukan hal terbaik untuk bisa sembuh.
Sumber: halodoc.com

spot_img

Headline

Populer