31 C
Makassar
Selasa, Februari 7, 2023
BerandaPolitikMenilik Kans Andi Iwan Aras di Pilgub Sulsel

Menilik Kans Andi Iwan Aras di Pilgub Sulsel

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Nama Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), digadang-gadang sebagai figur potensial di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi selatan 2024 mendatang.

Akademisi Universitas Pancasakti Universitas Pancasakti, Sakral Wijaya Saputra, menilai fokus AIA saat ini tentunya hanyalah memenangkan Gerindra di Pileg dan memenangkan Prabowo di Pilpres.

Pasalnya kata dia, kemenangan Partai Gerindra dan Prabowo pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 hanya akan dipanen oleh AIA seorang di Pilgub mendatang.

“Pak AIA itu sudah pasti memiliki tiket Gerindra sekira dia mau maju di Pilgub. Karena di internal dia tidak ada gangguan. Berbeda dengan figur partai lain yang masih harus bertarung di internal mereka sendiri,” kata Sakral dalam diskusi “Ngorol Politik Akhir Tahun Bersama Wartawan Politik Sulsel” di Warkop 115 Makassar, Rabu (28/12/2022).

Seperti diketahui, sejumlah figur yang digadang-gadang bakal maju bertarung yakni, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Ketua DPd NasDem Sulsel Rusdi Masse, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Walikota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP).

Kemudian, Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Walikota Pare-pare sekaligus Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP), dan Waketum DPP Golkar Nurdin Halid (NH).

Menurut Sakral, IAS, TP, dan NH masih harus sikut menyikut memperebutkan tiket Golkar. Kemudian RMS, DP, dan Adnan masih harus bertarung di internal NasDem.

“Karena Golkar dan Nasdem memiliki banyak rising star. Apalagi pengalaman selama ini, Golkar, sejak jaman Amin Syam hingga Nurdin Halid, tidak pernah tidak mengusung Ketua DPD I di Pilgub,” lugasnya.

Sementara, berdasarkan hasil survei terbaru PT. Indeks Politica Indonesia (IPI), dari delapan calon yang terekam survei, AIA berada diurutan ke-6 dengan elektabilitas 4,6 persen.

Direktur PT IPI Suwadi Idris menuturkan, elektabilitas AIA yang masih 4,6 persen itu berpotensi naik drastis. “Karena memang dia belum bekerja sama sekali. Saya yakin jika popularitasnya meningkat, maka otomatis elektoralnya juga akan meningkat,” jelas Suwadi.

Disisi lain, Pengusaha telekomunikasi wilayah Papua, Maluku, Kalimantan, dan Sulawesi (Pamukasa), Abdul Rahim menilai, figur pengusaha paling tepat memimpin pemerintahan.

Sebab kata dia, kemampuan cost politik yang mumpuni menghindarkan kepala daerah dari perilaku korupsi dan kontrol donatur.

“Dan secara cost politik, Pak AIA itu sudah mampu, sudah matang. Saya tahu betul beliau! Beliau lama di HIPMI dan KADIN. Banyak pengusaha muda maupun tua yang menggantungkan nasibnya di AIA,” tutupnya.

spot_img

Headline

Populer