27 C
Makassar
Selasa, Februari 20, 2024
BerandaDaerahPj Bupati Bone Sambut Mahasiswa Malaysia, Perkuat Hubungan Bilateral

Pj Bupati Bone Sambut Mahasiswa Malaysia, Perkuat Hubungan Bilateral

- Advertisement -
- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pj.Bupati Bone Andi Islamuddin menerima kunjungan belajar dari Mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) yang dipimpin oleh Phil Nur Azura Binti Rahman dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin yang dipimpin Dekan Fisip Unhas Phil Sukri serta Universitas Andi Sudirman. Berlangsung di di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Jl Petta Ponggawae, Kamis malam, (07/12/2023).

Dalam kunjungannya tersebut bertujuan untuk menciptakan jaringan resmi antara mahasiswa Universitas Utara Malaysia, Universitas Hasanuddin, Universitas Andi Sudirman, dan Masyarakat lokal di Kabupaten Bone.

Hal ini merupakan program yang bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi potensial dalam membangun inisiatif kepemimpinan mahasiswa dan mengasah talenta mahasiswa sebagai agen atau duta untuk mentransfer pengetahuan yang berfokus pada isu-isu budaya dan pengembangan kepemimpinan di kalangan pemuda antara dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Asisten I Anwar, Asisten III, Alimuddin Masappa, Kepala Dinas Kebudayaan Andi Murni dan beberapa Pejabat OPD lainnya.

Pj. Bupati Bone, Andi Islamuddin menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat memperkuat hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan di kedua negara serta memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para mahasiswa.

Ia juga menegaskan pentingnya memelihara dan memulihkan marwah budaya Bugis di Kabupaten Bone. Mantan Kepala BKPSDM Bone ini menjelaskan bahwa Kabupaten Bone memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya Bugis di Sulawesi Selatan.

“Sebagai bukti sejarah, beberapa tahun yang lalu, terdapat prasasti yang menandatangani bahwa Kabupaten Bone memiliki jiwa Bugis yang kuat. Sulawesi Selatan memiliki tiga kerajaan besar, di antaranya adalah Bone. Bahkan pernah menjadi pemegang hegemoni kerajaan di Provinsi Sulsel,” ujarnya.

Tak hanya itu, Andi Islamuddin juga menambahkan keberadaan museum di sekitar rumah jabatan Bupati, di mana benda-benda purbakala dan artefak sejarah tersimpan dengan rapi. Pj. Bupati ini menyampaikan bahwa hal tersebut sebagai bukti nyata bahwa Kabupaten Bone memiliki perhatian besar terhadap warisan budaya mereka.

Dalam rangka peringatan hari jadi Bone, Pj. Bupati menekankan ritual pembersihan benda-benda purbakala, yang dijelaskan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga keaslian dan kebersihan warisan budaya.

Mantan Kepala Inspektorat ini juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai gelar dan tradisi Bugis, seperti gelar Andi yang tidak sembarang diberikan. Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan Songko Recca juga harus dijaga agar tidak kehilangan makna sejati. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan marwah budaya Bugis.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati Bone mengajak seluruh masyarakat dan mahasiswa untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya Bugis sebagai bagian integral dari identitas mereka.

“Ia berpendapat bahwa kecintaan dan penghargaan terhadap budaya adalah cerminan dari karakter dan martabat suatu bangsa. Dengan demikian, Kabupaten Bone diharapkan dapat tetap menjadi penjaga tradisi dan keberlanjutan budaya Bugis di Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Politik dan Hukum Universitas Andi Sudirman, Asia A Pananrangi yang memimpin rangkaian kegiatan kunjungan tersebut
melaporkan bahwa kegiatan ini dimulai dengan kuliah tamu di kampus, yang bertujuan memperluas wawasan dan membangun pemahaman lintas budaya.

“Setelah kuliah tamu, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Desa Paccing, sebuah desa lokal di Kabupaten Bone. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan mahasiswa pengalaman langsung tentang kehidupan masyarakat lokal dan keterampilan membuat Songko Recca,” katanya.

Lanjut, dikatakan Asia, kunjungan selanjutnya dilakukan ke Museum Lapawawoi, tempat yang kaya akan sejarah dan budaya lokal. “Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang warisan budaya dan sejarah daerah setempat,” lanjutnya.

Menurut, Asia A Pananrangi menjelaskan bahwasanya kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jaringan resmi antara mahasiswa Universitas Utara Malaysia, Unhas, dan Universitas Andi Sudirman, serta masyarakat lokal.

“Program ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi potensial dalam membangun inisiatif kepemimpinan mahasiswa dan mengasah talenta mahasiswa sebagai agen atau duta untuk mentransfer pengetahuan yang berfokus pada isu-isu budaya dan pengembangan kepemimpinan di kalangan pemuda antara dua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia,” jelasnya.

Dosen Pendamping dari Universiti Utara Malaysia, Phil. Nor Azura binti A Rahman MA mengunjungi Indonesia dengan tujuan silang budaya. “Kunjungan ini tidak hanya menyoroti keberagaman budaya kedua negara tetapi juga menekankan pentingnya kesehatan mental anak muda,” ucap Dosen Pendamping UUM.

Ia juga menyatakan bahwa kunjungannya memiliki tujuan untuk membangun pemahaman yang lebih baik antara Malaysia dan Indonesia. “Melalui pertukaran budaya, kami dapat memperkaya pengetahuan dan menghormati keunikannya masing-masing,” bebernya.

Salah satu topik yang ditekankan dalam kunjungan ini adalah kesehatan mental anak muda. Phil. Nor Azura binti A Rahman MA berbagi pandangannya tentang bagaimana isu ini semakin menjadi sorotan dan mengatasi stigma terkait. “Dulu, kesehatan mental adalah topik tabu, tetapi sekarang kita melihat pergeseran di mana hal ini menjadi pembicaraan terbuka dan sangat penting untuk mendukung generasi muda,” sambungnya.

Pentingnya memahami budaya setempat juga menjadi fokus kunjungan ini. Dr. Phil. Nor Azura binti A Rahman MA menambahkan kekagumannya terhadap keunikan budaya di Indonesia, terutama dalam hal pembuatan Songkok Recca di Bone. “Kami sangat tertarik dengan keterampilan membuat Songkok Recca. Di Kecamatan Awangpone, kami melihatnya tidak hanya sebagai seni, tetapi juga sebagai industri rumahan yang berkontribusi pada pelestarian budaya tradisional masyarakat,” tambahnya.

Karya Songkok Recca bukan hanya sekadar hasil seni, tetapi juga memiliki dampak ekonomi positif di komunitas setempat. Phil. Nor Azura binti A Rahman menekankan bahwa keberlanjutan industri ini membantu masyarakat melestarikan warisan budaya mereka.

“Ini adalah contoh bagaimana seni dan tradisi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi, menjaga identitas budaya, dan mencegah kehilangan arah dalam menjaga warisan nenek moyang. Melalui kunjungan ini, diharapkan bahwa kerja sama antara Malaysia dan pemerintah Kabupaten Bone dapat semakin diperkuat, sambil memberikan perhatian lebih lanjut pada kesehatan mental anak muda dan mendukung upaya pelestarian budaya tradisional,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Kunjungan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dan dosen dari Malaysia, serta perwakilan dari Universitas Hasanuddin. Dalam kegiatan ini juga turut hadir perwakilan dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin serta pendamping kegiatan.

Pada kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademis antar institusi, memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, dan menciptakan landasan bagi kolaborasi yang lebih lanjut di bidang kepemimpinan dan budaya.

Salah satu momen puncak kegiatan adalah santai bareng dengan Bupati setempat. Kegiatan ini guna menciptakan suasana informal yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan pemimpin daerah, bertukar pikiran, dan mendapatkan wawasan tentang isu-isu pembangunan di wilayah tersebut.

Sharing session antar mahasiswa dari ketiga universitas dan masyarakat lokal di Kabupaten Bone juga menjadi bagian integral dari program kunjungan ini.

spot_img

Headline

Populer