25 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaEkbisRatusan Pelaku Ekraf dan UMKM Promosikan Produk di Hadapan Delegasi GPDRR

Ratusan Pelaku Ekraf dan UMKM Promosikan Produk di Hadapan Delegasi GPDRR

PenulisLuki Amima
- Advertisement -

BALI, SULSELEKSPRES.COM – Produk 140 Pelaku Ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia tampil melalui instalasi planogram dalam rangkaian acara 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Art Building Bali Collection.

Ada tiga subsektor Ekraf yang hadir di instalasi planogram. Di antaranya fesyen, kriya, dan kuliner.

Instalasi planogram merupakan pameran berformat instalasi portable di mana setiap poster jenama produk Ekraf yang ditampilkan dilengkapi barcode yang akan mengarahkan pengunjung ke toko penjualnya secara daring.

Aman Waludi, salah satu pelaku Ekraf menyampaikan rasa senangnya bisa menggelar workshop pada pergelaran internasional ini. Ia berharap para delegasi bisa menyukai produknya seperti tas kulit, dompet kulit, jaket kulit, dan ikat pinggang.

“Saya juga berharap nantinya bisa berbisnis dengan delegasi yang hadir agar bisa mengekspor produk kami ke negaranya,” ujar Aman selaku Founder Amanda Leather.

Pada instalasi planogram ini ada dua panel vertikal dan satu meja display yang dapat diputar menggunakan sensor touchless. Di setiap meja display-nya juga terdapat mini screen yang akan memutar video looping atau penjelasan tentang produk kreatif karya anak bangsa serta cara pembeliannya.

Keikutsertaan 140 pelaku Ekraf ini merupakan hasil seleksi Menparekraf dan Kemenkop UKM yang memilih dari 500 peserta. Pameran ini digelar di Bali Collection, Kawasan Pariwisata ITDC Nusa Dua yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi GPDRR.

Selain itu, produk Foodhall “Olah Oleh Umi” juga digelar di Beachwalk Shopping Center Bali yang dilaksanakan pada 24-29 Mei 2022. Pameran tersebut diikuti oleh 16 dari 40 pelaku usaha mikro yang telah lolos kurasi produk bekerja sama dengan Dinas KUKM Provinsi Bali dan sejumlah perusahaan startup nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Ekadinase menambahkan bahwa saat ini pelaku UMKM di Bali mulai menggeliat. Dari kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan omzet pelaku UMK.

“Kami mengapresiasi kegiatan dan program ini, semoga kegiatan ini terus berlanjut dan mampu membangkitkan pelaku usaha mikro kita di Bali. Semoga kegiatan ini juga dapat meningkatkan penghasilan pelaku UMKM,” kata Ekadinase.

Keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pameran GPDRR diharapkan bisa menjadi momentum pemulihan, kebangkitan pelaku UMKM serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas di Bali. Adapun GPDRR berlangsung mulai 23-28 Mei 2022.

Tak hanya menampilkan produk ekonomi kreatif, Kemenparekraf juga memfasilitasi field trip untuk para delegasi GPDRR. Tujuannya mengunjungi mengunjungi daerah percontohan kearifan lokal dalam menghadapi bencana.

Selain itu ada juga paket field trip berbayar yang bekerja sama dengan travel operator, sehingga memberikan manfaat kepada pelaku pariwisata di Bali. Pura Taman Ayun merupakan salah satu destinasi wisata yang ditawarkan Kemenparekraf dalam program field trip berbayar untuk delegasi GPDRR.

Pura yang berlokasi di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali itu telah berdiri sejak zaman Kerajaan Mengwi tahun 1634. Pura Taman Ayun berkonsep taman tradisional Bali yang dikelilingi sungai buatan dengan berbagai jenis tumbuhan.

UNESCO telah menyematkan Pura Taman Ayun sebagai bagian dari situs warisan budaya dunia. Mengingat perannya yang sangat besar terhadap lingkungan sekitar, baik dari sisi keagamaan, sosial, ekonomi, budaya, hingga perannya terhadap ekologi lingkungan.

spot_img
spot_img

Headline