27 C
Makassar
Monday, May 20, 2024
HomeDaerahRS dr. Hasri Ainun Habibie Launching Inovasi Lahir Medical

RS dr. Hasri Ainun Habibie Launching Inovasi Lahir Medical

- Advertisement -

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Dalam rangka memudahkan warga untuk konsultasi terkait obat, manajemen Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie Parepare melaunching inovasi Lahir Medical.

Inovasi tersebut yakni, Layanan Apoteker hingga Rumah by Call atau Lahir Medicall, yang merupakan layanan terintegrasi tentang pusat informasi obat.

Dalam launching tersebut, sekaligus dirangkaikan sosialisasi yang diikuti Plt Direktur Mahyuddin Rasyid, Kabag Ketatausahaan dan Humas Sappa Sao, Kabag SDM Abdul Risal, beserta jajaran, di Ruang Pertemuan lantai 4 RS dr Hasri Ainun Habibie Parepare, Rabu (15/2/2023).

Mahyuddin mengatakan, pasien-pasien yang rawat jalan maupun rawat inap yang sudah pulang, akan diberikan obat. Sehingga, kata dia, pihaknya bertanggung jawab terhadap penggunaan obat kepada pasien.

“Adapun tanggung jawab yang dimaksud yaitu memastikan pasien RS Hasri Ainun Habibie mengonsumsi obat itu dengan benar, berdasarkan petunjuk dokter,” katanya.

Mahyuddin menjelaskan, dokter memiliki tanggung jawab agar pasiennya tidak mengonsumsi obat yang dibeli sendiri di luar, sementara si pasien telah diberi obat dari rumah sakit.

Mahyuddin memaparkan, terkadang rumah sakit telah menyiapkan ada, tapi pasien justru meminum obat lain yang mungkin disarankan oleh keluarganya atau orang lain. Sehingga, katanya, dikhawatirkan obat itu adalah obat yang tidak bisa dikonsumsi dengan obat yang diberikan dari rumah sakit.

“Ada juga pasien,, ketika obatnya telah habis, si pasien berinisiatif membeli obat di luar dengan resep yang sama sebelumnya. Itu ukurannya hanya empat kali konsumsi. Begitu habis obatnya, dia bawa pembungkusnya dia cari ke tempat lain. Padahal pasien harus kontrol dulu ke dokternya,” terangnya.

Mahyuddin menambahkan,, hal inilah mengapa RS dr Hasri Ainun Habibie membuat aplikasi. Aplikasi tersebut, lanjut dia, yang bisa digunakan pasien melalui handphone tentang informasi obat yang dia konsumsi.

“Pasien bisa melihat obatnya harus diminum kapan, berapa kali. Jadi aplikasinya jelas, obatnya diminum tiga kali sehari, setelah makan. Ada juga efek samping obat yang dikonsumsi pasien. Inilah gunanya kita memberikan informasi. Dan informasi itu ada dalam aplikasi. Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada pasien-pasien kami yang menjalani perawatan dan bisa memberikan dampak kesehatan bagi pasien,” tandasnya.

spot_img

Headline

Populer

spot_img