24 C
Makassar
Rabu, Februari 8, 2023
BerandaPolitikKejar Tiket Pilgub, Gerindra Sulsel Target 15 Kursi Parlemen

Kejar Tiket Pilgub, Gerindra Sulsel Target 15 Kursi Parlemen

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Partai Gerindra Sulsel mulai menatap Pilkada Gubernur Sulsel 27 November 2024 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto ini berambisi mengamankan tiket maju pilgub tanpa koalisi, yakni 17 kursi di DPRD Sulsel.

“Untuk pileg DPRD Provinsi kami mengupayakan semaksimal mungkin. Ketua DPD menargetkan maksimal mendapatkan posisi Ketua DPRD Sulsel serta mengamankan golden tiket untuk Pilgub, yakni 17 kursi, dan target minimalnya 15 kursi,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Gerindra Sulsel, Harmansyah dalam diskusi awal tahun di Warkop Aleta, Toddopuli, Minggu (8/1).

Pihaknya yakin dapat memenuhi target tersebut, sebab komposisi bakal caleg Partai Gerindra di sejumlah dapil dapat memaksimalkan perolehan suara. Apalagi Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) turun langsung melakukan monitoring di 24 kabupaten/kota.

“Komposisi caleg kami di 11 dapil provinsi itu sudah terisi semua. Meskipun kami memiliki tiga kepala daerah dari Partai Gerindra, tapi jika jumlah kursi yang diperebutkan kecil, maka kami tidak menargetkan dua kursi. Contoh dapil 5 Sinjai-Bulukumba itu cuma 6 kursi yang tersedia. Yang paling rasional untuk kami bisa mendapatkan 15-17 kursi itu melalui maksimalisasi komposisi caleg pada dapil-dapil yang jumlah kursinya 9 ke atas,” jelas Harmansyah yang juga dikenal sebagai pemuda bersyal merah ini.

Seperti diketahui, Bupati Sidrap, Sinjai dan Bulukumba merupakan kader Partai Gerindra. Harmansyah menuturkan pihaknya sempat mengalami sedikit kendala dalam rekrutmen caleg di tiga kabupaten tersebut. Hal yang sama juga terjadi di Dapil Sulsel 2 DPR-RI.

Pada dapil yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Bulukumba itu, beberapa kader kurang percaya diri untuk bertarung mendampingi AIA. Dominasi suara Ketua DPD Gerindra Sulsel membuat sejumlah kader ciut nyali sebelum bertarung.

“Untuk DPR RI Sulsel 1 dan 3 itu sudah penuh pendaftar. Sehingga kami yakin bisa mencapai 5-6 kursi DPR-RI. Hanya saja, untuk sementara di dapil Sulsel 2 itu kami masih perlu meyakinkan para kader penantang potensial untuk turut bertarung bersama Ketua DPD pasca kepergian almarhum (Rudianto Asapa.red),” ungkapnya.

Dalam diskusi bertema “Bedah Kekuatan Gerindra Sulsel Ditangan AIA” itu, Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia, Suwadi Idris Amir menganggap target 15 kursi DPRD Sulsel dan 5 kursi DPR-RI sebagai target yang rasional dan berpotensi besar bakal dicapai oleh Partai Gerindra Sulsel dengan mudah dibawah kepemimpinan AIA.

“Metode rekrutmen caleg yang dilakukan Gerindra Sulsel itu luar biasa. AIA sebagai ketua berhasil meyakinkan kepala-Kepala daerah dan pengusaha untuk menjadi caleg di Partai Gerindra. Kenapa dulu Golkar mendominasi? Karena mereka berhasil meyakinkan kepala-Kepala daerah dan pengusaha. Nah, sekarang Golkar tidak lagi memiliki kemampuan itu,” kata Suwadi.

Terlebih lagi, kata Suwadi, AIA yang ia kenal merupakan seorang petarung. Ia memiliki kemampuan cost politik yang mumpuni serta tidak setengah-tengah dalam kompetisi. Apalagi AIA juga senantiasa bekerja secara terukur berdasarkan metode ilmiah.

“Menurut analisis saya, di Sulsel ini pemenang Pemilu itu maksimal 15 kursi. Kalau ada yang menargetkan 17 kursi, itu hanya angan-angan. Tapi potensi Gerindra dan Nasdem kalahkan Golkar itu cukup terbuka,” lanjutnya.

Hal serupa juga diyakini pengamat politik islam dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Ridwan Fawallang. Selain diuntungkan oleh Prabowo Effect, Partai Gerindra di Sulsel juga diuntungkan oleh kepemimpinan AIA.

“AIA memiliki cara dan strategi yang berbeda dengan para pendahulunya. Komposisi caleg Gerindra saat ini, 90 persen digawangi anak-anak muda. Darah muda ini akan menjadi magnet tersendiri bagi perolehan suara partai ke depan,” tutup Ridwan.

spot_img

Headline

Populer