26 C
Makassar
Monday, April 22, 2024
HomeHukrimKorban Perampokan Sadis di Bone Alami 13 Luka

Korban Perampokan Sadis di Bone Alami 13 Luka

PenulisYusnadi
- Advertisement -

BONE,SULSELEKSPRES.COM– Pihak Rumah Sakit Umum Tenriawaru akhirnya mengungkap penyebab seorang wanita yang menjadi korban tewas perampokan sadis di Kabupaten Bone.

Korban perampokan Murniati mengalami mengalami 13 luka, didominasi luka pada bagian kepala korban.

“Berdasarkan hasil visumnya di kepala ada 13 titik luka, bagian kepala belakang atau tulang kepala ada retak,”jelas Humas RSUD Tenriawaru, Ramli, SH, Senin (14/3/2022).

Lebih lanjut, kata Ramli menambahkan, visum yang dilakukan merupakan visum luar untuk mengetahui kondisi jenazah dan luka-lukanya.

“Selain di kepala, terdapat juga luka menganga di atas alis kiri korban, telapak tangan kanan, punggung, dan luka di tangan kiri korban. Kalau di badan ke bawah tidak ada. Memang, kalau visum hanya memeriksa bagian luar tidak memeriksa bagian dalam, dan tidak memeriksa penyebab kematian. Kalau penyebab kematian nanti bisa ditahu kalau autopsi,” tambahnya.

“Itu pun hasil pemeriksaan visum hanya disampaikan ke pihak keluarga. Kalau mau dibuatkan dari surat keterangan harus permintaan dari penyidik. Yang jelas kalau penyidik datang minta surat visum, sudah bisa dibuatkan, karena sudah ada datanya,” sambungnya.

Aksi perampokan sadis ini terjadi di Desa Pattiro Kecamatan Dua Boccoe, pada Senin (14/3/2022)

Pemilik toko, Hj Murni (40), meninggal saat berusaha mempertahankan uang hasil penjualan pupuk sebesar Rp40 juta.

Korban diparangi kawanan perampok di tokonya sekira pukul 09.10 Wita. Diduga kuat, kawanan perampok adalah orang yang paham betul kondisi kios milik korban. Apalagi, almarhumah selama ini diketahui tinggal sendiri di toko saat kejadian.

Korban meninggal dengan luka tebas dibagian kepala, leher dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Sekertaris Desa Pattiro, Gunawan membenarkan kasus perampokan disertai pembunuhan di desanya. Kejadiannya kata Gunawan di Kompleks Pasar Lama Desa Pattiro.

“Kebetulan saat kejadian, korban ini sendiri di tokonya. Orang tuanya lagi di toko sebelah di jalan masuk pasar baru. Lagi bersih-bersih toko disana,” ujarnya.

Dikatakan, Gunawan, korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang hendak berbelanja. “Jadi warga ini yang kemudian meminta bantuan ke warga lain. Karena saat tiba di toko, almarhum ini sudah ditemukan tergeletak bersimbah darah,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Bone AKBP Ardiansyah, S.IK mengungkapkan, pelaku sementara dalam penyelidikan.

“Identitas pelaku masih sementara dalam penyelidikan. Pelaku ini masuk ke dalam toko kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sebilah parang dan palu yang menyebabkan korban mengalami luka dan meninggal di tempat kejadian perkara,” ungkapnya.

Menurut, AKBP Ardy, menjelaskan, adapun barang berharga milik korban yang diduga telah di rampas oleh pelaku yakni uang tunai sebesar Rp40 juta hasil penjualan pupuk.

“Rencananya uang penjualan pupuk dari kelompok tani, akan di setor ini hari,” jelasnya.

spot_img

Headline

Populer

spot_img