25 C
Makassar
Saturday, July 27, 2024
HomeHealthManfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 10 jam. Hal ini membuat energi yang biasanya digunakan tubuh untuk mencerna makanan menjadi tidak terpakai, sehingga energi tersebut bisa digunakan otak untuk meningkatkan fungsinya.

Pada beberapa hari pertama puasa, kamu mungkin belum merasakan manfaat puasa untuk kesehatan mental. Pasalnya, tubuh memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dulu.

Namun, ketika sudah terbiasa, barulah kamu akan merasakan beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental seperti di bawah ini:

Menurunkan kadar stres

Saat puasa, jadwal makan dan minum akan diatur sedemikian rupa. Hal ini dipercaya membuat kadar hormon stres (kortisol) di dalam tubuh lebih terjaga, sehingga stres jadi lebih terkendali. Selain itu, puasa sudah sejak lama diketahui mampu membantu meningkatkan kemampuan berpikir dan membuat pikiran menjadi lebih jernih.

Melatih kontrol diri

Sadar atau tidak, puasa juga bermanfaat untuk melatih kontrol diri. Ini karena saat puasa, kita perlu menahan hasrat yang berupa keinginan untuk makan dan minum, demi mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu untuk menjalankan kewajiban ibadah dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apabila tujuan tersebut tercapai, kemungkinan besar kamu juga akan merasa puas dan mengalami peningkatan rasa percaya diri.

Meningkatkan rasa empati

Puasa juga dapat memperkuat rasa empati yang kamu miliki. Pasalnya, berpuasa bisa membuatmu menjadi lebih sadar dan mengerti, bagaimana rasanya menjadi orang yang setiap harinya mungkin mengalami kekurangan makanan dan minuman.

Dengan begitu, rasa peduli dan keinginanmu untuk menolong orang lain juga akan ikut meningkat.

Menurunkan risiko depresi

Penelitian menyebutkan, puasa turut bermanfaat untuk menurunkan risiko depresi. Ini karena berpuasa dapat memicu produksi protein pada otak yang bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

Selain depresi, kekurangan protein BDNF juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah mental lainnya, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta gangguan makan.

Mengaktifkan proses autofagi

Ketika puasa, tubuh akan melakukan proses pembersihan sel-sel rusak yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson dan Alzheimer. Setelah sel-sel rusak dibersihkan, tubuh akan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut dengan autophagy.

Nah, setelah melihat berbagai manfaat puasa di atas, kini bisa kita simpulkan bahwa anggapan puasa baik untuk kesehatan mental memang bukan mitos belaka. Agar manfaatnya bisa kamu rasakan secara maksimal, kamu harus menjalankan puasa dengan tepat dan disiplin.

Sumber: Alodokter

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 10 jam. Hal ini membuat energi yang biasanya digunakan tubuh untuk mencerna makanan menjadi tidak terpakai, sehingga energi tersebut bisa digunakan otak untuk meningkatkan fungsinya.

Pada beberapa hari pertama puasa, kamu mungkin belum merasakan manfaat puasa untuk kesehatan mental. Pasalnya, tubuh memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dulu.

Namun, ketika sudah terbiasa, barulah kamu akan merasakan beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental seperti di bawah ini:

Menurunkan kadar stres

Saat puasa, jadwal makan dan minum akan diatur sedemikian rupa. Hal ini dipercaya membuat kadar hormon stres (kortisol) di dalam tubuh lebih terjaga, sehingga stres jadi lebih terkendali. Selain itu, puasa sudah sejak lama diketahui mampu membantu meningkatkan kemampuan berpikir dan membuat pikiran menjadi lebih jernih.

Melatih kontrol diri

Sadar atau tidak, puasa juga bermanfaat untuk melatih kontrol diri. Ini karena saat puasa, kita perlu menahan hasrat yang berupa keinginan untuk makan dan minum, demi mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu untuk menjalankan kewajiban ibadah dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Apabila tujuan tersebut tercapai, kemungkinan besar kamu juga akan merasa puas dan mengalami peningkatan rasa percaya diri.

Meningkatkan rasa empati

Puasa juga dapat memperkuat rasa empati yang kamu miliki. Pasalnya, berpuasa bisa membuatmu menjadi lebih sadar dan mengerti, bagaimana rasanya menjadi orang yang setiap harinya mungkin mengalami kekurangan makanan dan minuman.

Dengan begitu, rasa peduli dan keinginanmu untuk menolong orang lain juga akan ikut meningkat.

Menurunkan risiko depresi

Penelitian menyebutkan, puasa turut bermanfaat untuk menurunkan risiko depresi. Ini karena berpuasa dapat memicu produksi protein pada otak yang bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

Selain depresi, kekurangan protein BDNF juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah mental lainnya, seperti gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta gangguan makan.

Mengaktifkan proses autofagi

Ketika puasa, tubuh akan melakukan proses pembersihan sel-sel rusak yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson dan Alzheimer. Setelah sel-sel rusak dibersihkan, tubuh akan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut dengan autophagy.

Nah, setelah melihat berbagai manfaat puasa di atas, kini bisa kita simpulkan bahwa anggapan puasa baik untuk kesehatan mental memang bukan mitos belaka. Agar manfaatnya bisa kamu rasakan secara maksimal, kamu harus menjalankan puasa dengan tepat dan disiplin.

Sumber: Alodokter

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img