26 C
Makassar
Saturday, April 20, 2024
HomeDaerahPenantian 16 Tahun, Kini Pemkab Bone Terima Piala Adipura

Penantian 16 Tahun, Kini Pemkab Bone Terima Piala Adipura

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Bone, meraih penghargaan prestisius Adipura tahun 2023, mengakhiri 16 tahun penantian yang panjang. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya yang luar biasa dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Beradat Julukan Kabupaten Bone.

Dimana, Pemkab Bone meraih Piala Adipura 2023 dengan kategori kota sedang di tahun 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan itu diterima langsung oleh Pj Bupati Bone Andi Islamuddin di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Pj. Bupati Bone, Andi Islamuddin, bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bone, Dray Vibrianto, dengan didampingi dan Kabag Prokopim, A. Rizky Pratama secara resmi menerima Piala Adipura dalam kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang berlangsung di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti Blok I Lt. 1, Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta.

Penghargaan ini bukan hanya sebuah prestasi bagi Pemkab Bone, tetapi juga merupakan dorongan besar untuk terus meningkatkan upaya pelestarian lingkungan dan kebersihan di wilayah tersebut. Dengan semangat yang baru, Pemkab Bone bertekad untuk terus menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakatnya dan generasi mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Perjalanan menuju meraih Piala Adipura ini dimulai sejak Maret 2022, ketika Bupati Bone, A Fahsar M Padjalangi menugaskan DLH Kabupaten Bone untuk menangani masalah lingkungan hidup, khususnya dalam pelayanan persampahan di kota Watampone. Sejak saat itu, tim DLH memiliki tekad yang kuat untuk mengembalikan kejayaan kota Watampone sebagai kota Adipura,” ucapnya kepada sulselekspres.com, Rabu, (06/03/2024).

Lebih lanjut dikatakan Dray menambahkan sejarah Adipura kota Watampone dimulai sejak tahun 1995, namun selama 16 tahun terakhir, kota ini belum berhasil meraih sertifikat Adipura setiap tahun.

“Berbagai kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang masalah persampahan, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kendala operasional menjadi tantangan utama yang dihadapi.

Namun, dengan semangat pantang menyerah dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang peduli terhadap masalah persampahan, tim DLH Kabupaten Bone terus berusaha memberikan yang terbaik. Mereka melakukan perbaikan manajemen internal, meningkatkan operasional sarana dan prasarana, serta melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan,” lanjutnya.

“Hasilnya, pada Februari 2023, kota Watampone berhasil meraih sertifikat Adipura setelah lebih dari 10 tahun. Dan kemarin tanggal 5 Maret 2024, setelah 16 tahun, kota Watampone kembali meraih Piala Adipura,” jelasnya.

Mantan Kalaksa BPBD Bone ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, mendukung, dan berupaya bersama dalam mengatasi masalah sampah.

Dray juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personil DLH, petugas sampah, pekerja RTH, dan semua pihak yang telah bekerja dengan keikhlasan dan tanpa mengeluh.

“Pencapaian ini bukanlah akhir dari perjuangan, namun merupakan sebuah proses yang terus berlanjut. Dan saya berharap bahwa Piala Adipura ini akan menjadi pemacu bagi seluruh masyarakat kota Watampone untuk lebih sadar dan bersama-sama melakukan upaya penanggulangan sampah demi lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Yusnadi

spot_img

Headline

Populer

spot_img