BerandaPolitikPolisi Belum Izinkan Debat Ketiga Berlangsung di Makassar

Polisi Belum Izinkan Debat Ketiga Berlangsung di Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Rencana gelaran debat kandidat ketiga pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar terancam gagal terlaksana di kota Daeng.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar awalnya menjadwalkan pelaksanaan debat kandidat ketiga ini pada tanggal (4/12/2020) mendatang di kota Makassar.

Akan tetapi, sampai saat ini pihak kepolisian belum memverikan izin pelaksanaan debat kandidat dilaksanakan di Makassar. Hal itu tidak lain karena alasan keamanan.

Diketahui, berdasarkan data dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), menempatkan kota Makassar sebagai wilayah yang memiliki tingkat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) berada di jelas berat.

Bahkan, di skala Indonesia, kota Makassar menempati urutan ketiga IKP tertinggi. Sementara untuk di Sulawesi Selatan sendiri, Makassar berada di urutan teratas dari 12 kabupaten kota yang menyelenggarakan pilkada.

Bahkan, tingkat IKP kota Makassar menyentuh skor 74,94 atau berada di level 6, yang merupakan level kerawanan paling tinggi.

Bahkan, pihak kepolisian juga mengaku belum melakukan persiapan masif untuk melakukan pengamanan. Sehingga, pihak kepolisian belum mengeluarkan izin keramaiannya.

Hal ini disampaikan langsung oleh kepala sub bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Kompol Edhy.

“Pelaksanaan Debat Pilkada di Makassar belum ada penetapan lokasinya di mana. Tapi nanti kita akan koordinasikan seperti apa hasil akhirnya,” ujar Edhy kepada Sulselekspres.com.

Lebih lanjut Edhy mengatakan, pertimbangan tingkat keamanan menjadi perhatian penting pihak kepolisian. Sebab, insiden penikaman di momentum debat kandidat pertama menjadi evaluasi penting bagi kepolisian.

Dengan begitu, pertimbangan pelaksanaan debat kandidat ketiga Pilwali Makassar 2020 belum diketahui secara pasti di mana lokasinya.

“Bukan dilarang. Kemarin kan baru rapat awal. Tapi keputusan untuk dilaksanakan di Makassar atau di luar kota Makassar belum ada. Masih dipertimbangkan dulu. Kita tunggu dulu hasil rapat selanjutnya,” jelas Edhy, Minggu (29/11/2020).

“Belum ada yang final. Yang jelas kita kasih masukan ke KPU yang terbaik. Jadi keputusannya nanti setelah rapat selanjutnya,” lanjut Edhy.

Sementara pihak KPU kota Makassar juga tidak memungkiri pertimbangan tersebut. Sebab, rencana awal yang rencananya bakal digelar pada (4/12/2020), kini belum bisa dipastikan lagi. Sebab, KPU juga masih menunggu keputusan pihak keamanan.

Sebab, berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir, pihak kepolisian merekomendasikan agar debat kandidat dilangsungkan di luar kota Makassar.

“Rekomendasi dari pihak Polrestabes Makassar agar debat ketiga diselenggarakan di luar Makassar. Sementara menurut kami, sulit untuk melaksanakan debat di luar Makassar,” ujar Endang, Minggu (29/11/2020).

Lebih lanjut Endang menegaskan, ada banyak alasan kenapa pihak KPU ingin melaksanakan debat kandidat ketiga di kota Makassar. Salah satunya adalah mepernya waktu debat dengan pelaksanaan Pilwali Makassar.

”Ada begitu banyak pekerjaan yang juga mendesak untuk kami selesaikan. Penyiapan logistik, bimtek, dan kesiapan SDM yang kami bagi tugas setiap komisioner, sehingga kami harus tetap tetap tinggal di Makassar,” ujar Endang.

Selain itu, Endang menilai persiapan paslon untuk melakukam konsolidasi pemenangan secara masif jelang pencoblosan tentu menjadi pertimbangan sendiri. Sehingga, keputusan keluar kota menjadi keputusan yang cukup berat.

Akan tetapi, Endang juga meeanti-wanti kepada semua paslon agar bisa mengerahkan massanya untuk tetap damai, demi menghindari terjadinya bentrok antar pendukubg, juga kerumunan di tengah pandemi.

”Jadi kedewasaan paslon sangat dibutuhkan agar tidak ada kerumunan. Sebab kita mau memastikan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan dan juga menghindari terjadinya potensi gesekan,” tutup Endang.

Dengan begitu, keputusan terkait lokasi debat kandidat belum dipastikan dan bakal diputuskan dalam rapat koordinasi final mendatang.