23 C
Makassar
Selasa, April 20, 2021
BerandaRagamTercemar Pemicu Kanker, Kemenkes Belum Tarik Obat Asam Lambung Ranitidin

Tercemar Pemicu Kanker, Kemenkes Belum Tarik Obat Asam Lambung Ranitidin

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Organisasi pengawas obat dan makanan Amerika Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicines Agency (EMA), sebelumnya menemukan cemaran n-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker pada obat asam lambung Ranitidin.

BPOM menyarankan tenaga kesehatan berhati-hati jika meresepkan ranitidin pada pasien. Pada saat ini tidak ada rekomendasi menghentikan terapi bagi pasien yang memerlukannya.

Namun, Pemerintah belum akan menarik obat asam lambung ranitidin dari peredaran umum. Sebelumnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan edaran terkait cemaran n-Nitrosodimethylamine (NDMA) dalam sampel produk dengan bahan aktif ranitidin.

“Ranitidin akan tetap ditemukan di masyararakat. Namun kita terus berkoordinasi dengan BPOM yang melakukan pengujian pada ranitidin,” kata Direktur Farmasi dan alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Engko Sosialine Magdalene ditemui di lingkungan Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (6/10/2019), dilansir dari detikdotcom.

Menurut Engko, pihaknya pasti akan diberi informasi jika ranitidin atau produk yang mengandung zat tersebut benar berbahaya. Selanjutnya, Kemenkes bisa menentukan langkah selanjutnya misal menarik atau menghentikan produksi obat tersebut.

Dikutip dari situs Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), paparan NDMA berisiko merusak fungsi hati. Beberapa sumber bahkan mengaitkannya dengan risiko kanker. NDMA bisa masuk ke dalam tubuh melalui udara, obat, dan makanan. Dampaknya bergantung pada cara terpapar, dosis, kebiasaan, dan adanya faktor kimia lain dalam tubuh.

- Advertisment -

Headline