25 C
Makassar
Jumat, Mei 14, 2021
BerandaNasionalKapitra Sebut Peserta Reuni 212 Digerakkan Gerindra dan PKS, Dapat Uang Rp100...

Kapitra Sebut Peserta Reuni 212 Digerakkan Gerindra dan PKS, Dapat Uang Rp100 Ribu

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Calon Legislatif PDIP sekaligus Ketua Forum Alumni 212, Kapitra Ampera mengaku menerima informasi adanya mobilisasi massa reuni 212 dilakukan partai politik.

Dari mobilisasi ini, peserta reuni 212 yang didatangkan diberi uang Rp100 ribu dari partai politik.

Hal tersebut disampaikan Kapitra dalam sebuah acara diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu 1 Desember 2018. Dalam acara tersebut, turut hadir panitia reuni 212 yaitu Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak, dan Ketum PA 212 Slamet Ma’arif.

“Mohon konfirmasi, Pak Yusuf, informasi saya dapat mobilisasi di daerah digerakkan oleh partai politik dengan memberi uang Rp100 ribu ke peserta. Ini informasi tapi enggak tahu pastinya butuh kejelasan, ini ada dokumen, ada namanya, nomor telepon, dan ini ada Gerindra dan PKS,” tanya Kapitra dalam diskusi itu dilansir Sulsel Ekspres dari Viva.co.id.

Baca Juga: 

Rocky Gerung Anggap Pertemuan Alumni 212 Sebagai Reuni Akal Sehat

Soal Reuni 212, Begini Tanggapan Rocky Gerung

Rocky Gerung: Naik Angkot Pakai Mahkota Raja Itu Dungu

Kapitra ingin informasi tersebut harus dijelaskan panitia Reuni 212. Dia mengatakan informasi itu perlu tabayyun.

“Saya jelaskan ini biar dijawab ada hidden agenda politik atau tidak. Makanya tabbayun,” tambah Kapitra.

Lebih lanjut, dia menuding adanya kepentingan politik acara Reuni 212 di Monas, Minggu, 2 Desember besok. Sebab, katanya, panitia Reuni 212 merupakan timses Prabowo-Sandiaga Uno.

Baca: Aksi Reuni 212 Dinilai Kampanye Terselubung Prabowo-Sandi

“PA 212 masuk timses Prabowo-Sandi sehingga sudah terkaveling sendiri bahwa ini 212 milik pasangan calon presiden 02,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketum PA 212 Slamet Ma’arif langsung membetikan bantahan soal mobilisasi dan pemberian uang tersebut.

Menurutnya, pernyataan Kapitra itu merupakan fitnah. “Tidak ada (pemberian uang), itu fitnah,” ucap Slamet.

(*)
spot_img
- Advertisment -

Headline