Rammang-Rammang, Simbol Sejarah Panjang Kehidupan Manusia

Jejak manusia di masa lalu tersebut, hingga kini masih bisa dinikmati oleh para pengunjung melalui tulisan tangan atau simbol-simbol yang ada di dinding gunung.

Kebersihan dan Higienitas

Dengan keunggulan yang dimiliki tersebut, Safri optimis kalau wisata Indonesia, khususnya Sulsel akan berkembang semakin cepat. Jika itu bisa terjadi, kata dia, maka wisatawan yang datang ke Indonesia jumlahnya akan terus naik dan bahkan bisa mengalahkan negara tetangga, Malaysia yang saat ini masih bertengger di urutan tiga negara dengan jumlah wisatawan terbanyak di Asia Tenggara.

Suasana di kawasan wisata Rammang-rammang di Maros. Foto : M Ambari/Mongabay Indonesia

“Namun untuk bisa menarik wisatawan mancanegara dengan jumlah banyak, perlu penataan lebih banyak lagi di dalam kawasan. Terutama, bagaimana menyulap kawasan menjadi tempat wisata yang bersih, sehat, dan nyaman,” ucap dia.

Tempat yang bersih, sehat, dan nyaman, menurut Safri akan selalu menjadi idaman bagi wisatawan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan kondisi seperti itu saja, kata dia, wisatawan tak akan lagi memperdulikan bagunan infrastruktur yang ada di sekitarnya.

“Jika sudah bersih, sehat, dan nyaman, di manapun lokasinya, itu akan didatangi oleh wisatawan. Walaupun aksesnya susah, itu tak akan menyurutkan keinginan wisatawan untuk datang berkunjung,” kata dia.

Safri kemudian menjelaskan, apa yang dia katakan di atas, merujuk pada kondisi kawasan wisata Rammang-rammang sekarang. Meski indah dan bersejarah, tetapi kawasan tersebut terlihat kurang terawat dan banyak sampah bertebaran di seluruh kawasan, termasuk di sepanjang aliran sungai yang menjadi akses utama menuju gugusan pegunungan karst.

BACA JUGA :  Pria 40 Tahun di Maros Jatuh ke Sumur Sedalam 7 Meter