30 C
Makassar
Selasa, Februari 7, 2023
BerandaInvestigasiTarget Waktu Penyelesaian Proyek IPAL Losari Meleset

Target Waktu Penyelesaian Proyek IPAL Losari Meleset

- Advertisement -

MAKASSAR,SULSELEKSPRES.COM – Target waktu penyelesaian proyek nasional IPAL Losari meleset dari rencana awal.

Menurut data rilis Kementerian PUPR, sedianya proyek nasional yang menelan anggaran sebesar Rp.954,6 milyar plus 3,048,720 USD yang pengerjaan awal dimulai November 2020 itu, bisa selesai Februari 2023.

Namun hingga Januari 2023 progres konstruksi baru mencapai 80 persen.

BACA JUGA :  Pemerintah Putus Kontrak PT Karaga dari Proyek IPAL Losari

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sanitasi Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Sulawesi Selatan, Setia, yang dihubungi via phonselnya mengungkapkan sudah dilakukan adendum atau perubahan kontrak terkait waktu penyelesaian proyek IPAL Losari.

“Awalnya memang ditargetkan proyek ini selesai Februari 2023 namun sudah dilakukan adendum waktu penyelesaian Desember 2023,” katanya, Jumat (6/01/2023).

“Saat ini progres proyek 80 persen dari lima paket pengerjaan,” tambah Setia.

Rencana jumlah sambungan terpasang 14.000 sambungan, yang terdiri dari 8.400 sambungan rumah tangga dan 5.600 sambungan komersil. Menurut Setia, saat ini IPAL sudah tersambung tetapi untuk tahap awal diprioritaskan yang skala besar seperti hotel hotel. Sementara untuk sambungan rumah tangga nanti akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Foto keadaan di Jl Lanto Dg Pasewang, jumat (6/01/23)/Sulselekspres

Sementara itu dari pantauan Sulselekspres.com di beberapa ruas jalan dimana lokasi proyek dianggap sudah selesai, belum aman untuk dilewati pengendara khususnya roda dua. Banyak lubang terbentuk dari pengecoran untuk menutup bekas lubang galian.

BACA JUGA :  Pemerintah Putus Kontrak PT Karaga dari Proyek IPAL Losari

Seperti di Jl Dr Ratulangi, Jl Kakatua, Jl Macan, Jl Cendrawasih, Jl Rajawali. Selain kualitas pengecoran yang terkesan asal asalan, pasir dan kerikil yang dijadikan material untuk menimbun berserakan.

Bahkan masih banyak bekas lubang yang hanya ditimbun dan belum diratakan sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.

spot_img

Headline

Populer