29 C
Makassar
Sabtu, Januari 22, 2022
BerandaNasionalSinggung Buzzer, Muannas Kritik Keras Ketua YLBHI

Singgung Buzzer, Muannas Kritik Keras Ketua YLBHI

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Advokat sekaligus Kader PSI, Muannas Alaidid mengkritik keras Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati.

Kritik Muannas merujuk pada pernyataan Asfinawati dalam acara diskusi di Kompas TV sebelumnya. Dimana dia menyinggung soal buzzer di media sosial yang mendapat sokongan pemerintah.

Muannas mengatakan, YLBHI tidak siap dengan adanya kelompok yang berbeda pendapat dengan dirinya. Hal ini dianggap membuat YLBHI ikut latah dalam isu gosip soal buzzer.

“YLBHI selalu nuntut demokrasi & kebebasan berpendapat, Padahal kagak siap juga kelompok mereka ada masyarkat beda pandangan dgnya, smp latah gosip soal buzzer dipercaya krn senada dg mrk, kalo benar ada proses hukum aja bila dianggap menimbulkan kegaduhan di ruang publik,” kata Muannas melalui media sosialnya, (14/6/2020).

Menurut dia, YLBHI sebagai lembaga yang paham hukum mengedepankan prinsip pembuktian. “Mestinya sbg lembaga yg dianggap paham hukum kalian hrsnya ttp berpegang pd prinsip pembuktian & fakta hukum unt mengedukasi publik bkn katanya2,” tambah Muannas.

Muannas menambahkan, komentar YLBHI soal buzzer akan lebih bijak dan mendapat apresiasi jika tidak diarahkan kepada kelompok tertentu.

“Mungkin akan lebih banyak apresiasi publik klo pernyataan Ketua YLBHI soal buzzer tnp sikap berpihak tdk hanya ditujukan kejokowi & pendukungnya, tapi minta saja polisi/kemeninfo tertibkan semua yg telibat buzzer apalagi ada bukti bayaran unt menyebarkan hoax/kebencian dimedsos,” ujarnya.

Sebelumnya, Asfinawati terlibat perdebatan dengan Jubir Istana Fadjroel Rachman di acara Kompas TV. Pernyataan Asfinawati soal adanya akun-akun buzzer yang yang didukung pemerintah dibantah keras oleh Fadjroel.

(*)

BACA JUGA :  Kasus Denny Siregar Disidangkan, Muannas Terus Usik Keterlibatan Haikal Hassan
BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6