32 C
Makassar
Sabtu, April 17, 2021
BerandaNasionalDisindir Risma Soal Sampah Jakarta, Anies Seret Pemerintahan Era Ahok

Disindir Risma Soal Sampah Jakarta, Anies Seret Pemerintahan Era Ahok

- Advertisement -

SULSELEKS0RES.COM – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ikut mengomentari persoalan sampah di Jakarta. Risma menyebut kalau masalah sampah di Jakarta sudah pada tahap menakutkan.

Komentar Risma ini usai dirinya mendapat kunjungan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD DKI Jakarta bersama jajaran Pemda DKI Jakarta, Senin lalu. Terpebih setelah salah seorang Anggota DPRD Jakarta secar terbuka meminta Risma ke Jakarta untuk membantu mengatasi masalah sampah.

Baca: Risma Beri Solusi ke Anies Baswedan Atasi Sampah di Jakarta

Mendengar hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut bereaksi. Dia membela diri dengan mengaitkan pemerintahan dirinya dengan era pemerintahan gubernur terdahulu. Anies menyebut kalau belum ada pengelolaan sampah di DKI Jakarta sebelum masa pemerintahannya.

“Sebetulnya beliau Bapak Bestari itu menceritakan pengelolaan sampah selama ini. Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas tidak ada pengelolaan ITF [intermediate treatment facility],” kata Anies di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (31/7) dikutip dari CNN Indonesia.

“Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta, yang dia ikut tanggung jawab [pemerintah] kemarin.  Jadi yang dikatakan pak Bestari mungkin maksudnya nyerang gubernur sekarang tapi malah justru nyerang gubernur-gubernur yang sebelumnya,” tambahnya.

Baca: Dipojokkan Anies Soal Reklamasi, Ahok Membela Diri

Menurut Anies pemerintahan kali ini akan mengelola sampah di dalam kota. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas di TPST Bantargebang, Bekasi.

Sementara itu diketahui pembangunan ITF untuk mengelola sampah belum rampung. Oleh karena itu menurutnya pengelolaan sampah dimulai dengan mengubah kebiasaan hanya memungut sampah menjadi pengelolaan mengurangi sumber sampah.

“Kita mau mengelola. Mengelola itu artinya dari mulai sumbernya sudah mulai ditata,” kata Anies.

Terkait pengelolaan itu Anies belum membeberkan secara detil bagaimana bentuknya. Namun ia mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan perubahan roadmap.

“Saya akan melakukan perubahan dan roadmap-nya sedang disiapkan. Begitu roadmap-nya selesai, dijalankan,” ungkapnya.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memprediksi TPST Bantargebang tidak akan bisa menampung sampah pada 2021.

Bantargebang menerima sekitar 7.500 ton sampah per hari. Pemprov DKI bersama DPRD DKI kini sedang dalam tahap merampungkan perda pengelolaan sampah terkait pembangunan ITF.

Pada Senin (29/7) lalu Pemprov dan Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Surabaya untuk mempelajari soal pengelolaan sampah.

Risma Beri Solusi ke Anies

Tri Rismaharini ikut prihatin mendengar bagaimana masalah besar soal sampai di DKI Jakarta.

Menurutnya, persoalan sampah di Jakarta sudah taraf menakutkan. Dia juga memberikan masukan sebagai solusi mengatasi masalah sampah tersebut di Ibu Kota negara.

“Ya aku ngomong medeni (menakutkan), gimana nggak takut lha katanya Bantar Gebang 2021 tutup. Sedangkan baru selesai 2022 (pembangunan TPA), ” ujar Risma kepada wartawan di Kebun Bibit II Wonorejo, Selasa (30/7/3019) dilansir dari Detikcom.

“Lha terus selama satu tahun gimana. Sehari saja bisa messy (kacau) nggak keangkut sampahnya. Itupun daya tampungnya tahun 2022 itu hanya 2.200 ton, sedangkan sampahnya 7.500 ton,” tambahnya.

Risma menyampaikan jika pembangunan TPA DKI Jakarta harus dipercepat. Mengatasi timbunan sampah selama 1 tahun lamanya adalah persolaan sangat serius.

“Kemarin saya ngomong itu harus dipercepat. Karena mereka (Pemprov DKI Jakarta) punya uang. Sebetulnya tidak ada alasan tidak bisa. Mereka lho SILPA Rp 17 trilliun sampai Rp 20 triliun. Kalau itu bisa dipakai, itu tidak usai pakai investasi tendernya. Jadi langsung pakai APBD aja. Dua tahun biasa banyak asing itu, dari negara-negara luar banyak yang bisa menyiapkan aplikasi untuk itu, karena kalau nggak cepet medeni. Coba bayangkan sampah segitu banyak,” jelas Risma.

Risma menambahkan yang terpenting ialah menyelesaikan persoalan sampah secepatnya. Bukan hal sampah itu bisa menghasilkan listrik atau apapun.

“Sudah lah nanti hasilnya listrik. Tapi yang terpenting menyelesaikan sampahnya. Ini menakutkan lho sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik. Itu penyakit, banjir, macam-macam, bau, coba bayangin kalau nggak keangkut,” lanjut Risma.

(*)

- Advertisment -

Headline